oleh

Ini Penjelasan Prof Yudian Kepala BPIP Mengenai Kontraversi Agama Musuh Besar Pancasila

PETASULTRA.COM – JAKARTA. Mengawali kiprah nya sebagai seorang Akademisi sosok Profesor Drs K.H. Yudian Wahyudi Asmin M.A., Ph.D saat ini dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

BPIP sendiri dibangun untuk mengajak masyarakat Indonesia agar kembali menghayati nilai luhur pada isi butir yang ada dalam Pancasila dan telah di Sahkan Presiden Jokowi yang mengangap hal ini penting dilaksanakan.

Prof Yudian sendiri adalah Guru besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sejak 2016 hingga 2020 menjabat Rektor banyak menulis buku diantaranya pernah menerjemahkan 53 judul buku filsafat dan ke Islaman dari bahasa Arab, Inggris dan Perancis ke dalam bahasa Indonesia (plus dari Inggris ke Arab) yang sangat dikagumi banyak kalangan.

Pada kesempatannya pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 17 April 1960 lalu ini mengatakan, “yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin. Pancasila itu agamis karena kelima sila Pancasila dapat ditemukan dengan mudah dalam Kitab Suci ke enam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI,” terangnya Rabu (12/02/2020).

Lanjut Prof Yudian, pada kenyataannya, Pancasila sering dihadap – hadapkan dengan agama oleh orang – orang tertentu yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrim, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas). Dalam konteks inilah agama dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas setiap orang beragama. Padahal Pancasila dan Agama tidak bertentangan, bahkan saling mendukung,” tutupnya.

Prestasi Prof Yudian yang perlu diapresiasi diantaranya pernah memecahkan rekor dunia sebagai dosen PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) pertama anggota American Assosiation of University Professors (2005 – 2006), Visiting Researcher/Scholar di Harvard Law School (2002 – 2004). Dosen Islamic Studies di Comparative Department, Tufts University, Massachussetts, USA (2004 – 2005). (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *