oleh

Usai Iringan Konvoi RAPI, Mobil Beratribut Demokrat-Nasdem Terlibat Tabrakan Beruntun

PETASULTRA.COM-MUNA. Diduga supir mabuk, mobil yang membawa atribut partai Demokrat dan Nasdem, usai mengikuti iringan konvoi penjemputan Bakal Calon (Balon) Bupati Muna, Rajiun-La Pili (RAPI) terlibat insiden tabrakan beruntun diruas jalan hutan Warangga, pada (9/8/2020) malam.

Menurut keterangan keluarga saksi korban, Adrian Zamri, jika mobil jenis Hilux bernomor polisi DT 1231 KE melaju kencang dari arah Kota Raha menuju Kabupaten Muna Barat, awalnya menyerempet mobil Fortuner DT 1289 FE milik korban dari arah berlawanan.

Menyebabkan mobil korban yang berusaha menghindar kemudian oleng dan nyaris menabrak troktoar jalan. Tak lama berselang supir yang diduga telah lepas kendali langsung menabrak mobil angkutan penumpang berplat kuning dengan nopol DT 1002 UR yang berada dibelakang mobil korban.

“Dari jauh mobil konvoi Rajiun-La Pili terlihat balap dan sudah menguasai jalur sebelah, membuat suami korban yang kendarai mobil sontak kaget tapi untung masih bisa dikontrol,” jelas Adrian yang ditemui PetaSultra.Com dilokasi kecelakaan.

salah satu penumpang yang mengalami benturan keras saat tabrakan beruntun. (Arto Rasyid)

Sambung Adrian, korban sempat mencium bau minuman keras (miras) yang menyengat saat supir mobil konvoi Rajiun-La Pili berbicara dengannya.

Baca Juga  "Kambing Hitamkan" Pemda Soal Pasar Laino, Rusman Emba Jawab Tudingan Syarifudin Udu

“Saat itu tercium bau miras yang menyengat dari supir saat bicara kepada korban yang berjanji akan mengganti kerusakan mobil,” ungkapnya.

Beruntung dari insiden tabrakan beruntun tidak menimbulkan korban jiwa, namun dua penumpang yang mengalami benturan keras dan luka pada bagian kepala langsung dilarikan ke RSUD Muna oleh pengguna jalan yang melintas untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, nampak sejumlah rombongan konvoi Rajiun-La Pili mencoba menertibkan arus lalu lintas dan Satlantas Polres Muna yang tiba dilokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memintai keterangan dari sejumlah saksi.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed