oleh

Terlibat Tabrakan Beruntun, Mobil Pembawa Bendera Partai Gunakan Plat Gantung

PETASULTRA.COM-MUNA. Nomor plat DT 1231 KE yang terpasang pada mobil Hilux pembawa bendera partai Demokrat dan Nasdem yang terlibat tabrakan beruntun dengan Toyota Fortuner dan Avanza dijalan poros hutan Warangga pada (9/8/2020) malam, disinyalir palsu alias plat gantung.

Pasalnya berdasarkan data Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Muna, jika mobil Hilux berwarna hitam dengan kode wilayah Kendari (KE) yang platnya telah mati sejak bulan Maret 2018 itu sama sekali tidak terdata dalam sistem.

Kasat Lantas Polres Muna, IPTU Muhammad Arifin Fajar mengaku belum mengecek laporan siapa si pemilik kendaraan hilux tersebut, namun dia berjanji akan mendalaminya.

“Kita akan cek juga platnya karena itu pelanggaran bukan kejahatan, saya belum cek tapi kita akan dalami lagi lebih intens siapa pemilik mobil,” janjinya.

Menurutnya, terkait kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) beruntun jika tidak ada titik terang antara korban dan pelaku maka kasusnya akan ditingkatkan kepenyelidikan, tetapi saat ini pihaknya memberi waktu kepada kedua belah pihak untuk melakukan mediasi secara kekeluargaan atau disebut ADR.

Baca Juga  Kades Matabubu,Bantah Tuduhan Ijasah Palsu

“Jadi dalam Lakalantas itu tidak mesti penyelesaiannya harus dipengadilan ada namanya yang diluar sidang atau ADR apalagi hanya mengalami kerugian material,” jelasnya saat ditemui PetaSultra.Com, Senin (10/8/2020).

Lebih lanjut, M.A. Fajar menerangkan, jika mobil hilux yang dikemudikan Saharudin warga jalan S. Sukowati, bergerak dari arah timur (Kota Raha) ke barat, bertabrakan dengan mobil toyota fortuner yang dikendarai Wahneri Malik warga jalan Lumba-Lumba yang bergerak dari arah berlawanan.

Saharudin yang saat itu kehilangan kendali kemudian menabrak mobil avanza yang dikemudikan Komang warga Desa Laboko Kecamatan Tikep, Mubar.

Akibat dari kecelakaan beruntun tersebut penumpang dari mobil avanza atas nama Ninik Ambarwati dan Muji Lestari mengalami luka-luka ringan dan telah mendapat perawatan di RSUD Muna.

“Untuk kerugian material ditaksir Rp. 30 juta,” tutupnya.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed