oleh

Eropa Negara Peredaran Narkoba Terbesar Sejagat Raya

PETASULTRA.COM – BRUSSELS. Menurut Otoritas Eropa peredaran jumlah kokain semakin meningkat pesat termasuk penggunaannya yang transaksinya melalui telepon seluler.

Penggunaan saat ini lebih sistematis dan terorganisir lewat jejaring sosial yang berubah – ubah membuat pengiriman pesan dan metode komunikasi lebih enkripsi di banding masa lalu.

“Ada peningkatan yang stabil dalam ukuran pasar dan penjualan melalui internet dan darknet,” kata Alexis Goosdeel, kepala Pusat Pemantauan Eropa untuk Narkoba dan Ketergantungan Narkoba (EMCDDA) seperti dilansir cna Kamis (06/06/2019).

Sedangkan pada kesempatan yang sama Dimitris Avramopoulos, Komisaris Uni Eropa untuk Urusan Dalam Negeri, mengatakan, “laporan menyajikan gambaran yang mengkhawatirkan” tentang penyitaan obat – obatan terlarang seperti kokain dan heroin.

Diketahui negara anggota UE menyita 140 ton kokain di tahun 2017 yang tercatat sebagai sitaan terbesar dengan harga rata – rata € 55 hingga € 82 euro (US $ 62 – 92) per gram di UE.

Negara penyuplai kokain terbesar didunia yakni Belgia dengan 45 ton selanjutnya adalah Spanyol dengan 41 ton.

Baca Juga  Hadiri KTT G20 Presiden Jokowi Berbincang Akrab Dengan Beberapa Kepala Negara

Ekstasi termasuk obat terbanyak yang disita pada tahun 2017 termasuk rekor tertinggi selama 10 tahun terakhir, sedangkan ganja menyumbang hampir tiga perempat dari penyitaan obat – obatan terlarang di UE pada 2017.

Turki telah berpartisipasi dalam pekerjaan EMCDDA dan merupakan anggota penuh dewan manajemen meskipun tanpa hak untuk memilih sejak tahun 2014 termasuk negara transit penting untuk perdagangan narkoba antara Eropa dan Timur Tengah walau telah terdapat undang – undang obat terlarang dan telah menyita banyak obat terlarang. (Red/*)

[artikel number=5 tag=”kasus-narkoba”]

Komentar

News Feed