oleh

Belum Tuntas Di Daerah 11 IUP Akan di Laporkan Ke Mabes Polri Dan Kementerian ESDM RI

SULTRA |Persoalan Pertambangan Masih Jadi Permasalahan Yang Ada Di Bumi Sulawesi Tenggara terkhusus di Bumi Konawe Utara

Kali ini Mahasiswa Semester Akhir ini Dan Juga Merupakan Putra Asli Konawe Utara dan Kerap Melakukan Aksi Demonstrasi, Menyoroti Persoalan Tambang Yang Di Duga marak Ilegal Mining Di Bumi Konawe Utara Terutama Di Blok Mandiodo Kecamatan Molawe.

JEFRI (Jeje) yang Merupakan PENGURUS BESAR ASOSIASI PEMERHATI TAMBANG mengatakan bahwa  “persoalan Pertambangan Di Blok Mandiodo Kecamatan Molawe Kami Duga Sudah Banyak Pelanggaran Mulai Dari Masih Beraktivitasnya Beberapa IUP yang Berstatus Quo Atau Tumpang Tindih Dengan PT Antam sesuai Surat Esdm Sultra  Dengan SK No 5404.521 Tanggal 18 Desember 2018 Tentang Pemberhentian Sementara 11 IUP yang Tumpang Tindih Dengan PT Antam selain itu Dugaaan Banyak Perusahaan Menambang Tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), Pencemaran Lingkungan, Penggelapam Dokumen,Tidak Memiliki KTT, Dan Tersus Yang Tidak Terdaftar Dan Beberapa Pelanggaran Lainnya.

Adapun ke 11 IUP Tersebut yang berstatus quo (Tumpang tindih) dengan Pt Antam Dan masih aktif melalukan Eksplorasi dan eksploitasi antara Lain : PT WANAGON ANOA INDONESIA, PT HAFAR INDOTECH,PT KMS 27, PT SRIWIJAYA RAYA, PT SANGIA PERKASA RAYA

Baca Juga  Warga Muna yang Jalani Rapid Test Massal Hasilnya Non Reaktif Semua

Lanjutnya, Dengan beberapa Pelanggaran ini  Banyak Perusahaan Tidak tersentuh Oleh Aparat Penegak Hukum Serta Instansi Terkait Hal  Ini Menjadi Tanda Tanya Besar. Apa lagi Kami sudah Mengantongi Beberapa Nama Perusahaan Yang Kami Duga Melakukan Ilegal Mining tersebut.

Tambahnya,  ” memang Kalau Kita Lihat Di Blok Mandiodo Besar Dugaan Kami Banyak Perusahaan Nakal Di dalam Bagaimana Tidak Hampir semua Perusahaan Disana Memasukan Kontrakor Mining Tanpa Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) Dan Surat Keterangan terdaftar (SKT)
Hanya Mengandalkan Surat Perintah Kerja (SPK) Dari Pemilik IUP

Lanjutnya “Bukan hanya itu menurutnya  Mabes Polri Sudah Pernah Melakukan Penyegelan di Beberapa Perusahaan Namun cuman Beberapa Minggu Saja Sudah Operasi Kembali nah Ini sebenarnya Yang Kami Pertanyakan Sampai Saat ini .Apa Lagi Jaminan Reklamasi ( Jamrek) pasca Tambang, Dana CSR  Sampai Saat ini  Belum Jelas Dilaksanakannya Padahal Sesuai Undang Undang Itu Wajib Dilaksanakan Oleh Perusahaan”.

Maka Dengan Maraknya Dugaan Ilegal Mining  Di Konawe Utara Dan Data Yang Di Kumpulkan  Maka Jefri (Jeje)  Akan Secepatnya  Melakukan Kajian Serta  Akan Melaporkan Langsung Perusahaan Nakal 11 IUP  Di Mabes Polri, Kementerian ESDM RI dan KLHK RI, Serta KPK RI.

Baca Juga  Kuat Dugaan PT. Sriwijaya Kebal Hukum, PP JAMINDO Bakal Lapor Ke Mabes Polri & Kementerian Esdm!!!

Komentar

News Feed