oleh

Aliansi Mahasiswa Dan Pemuda Sultra Meminta,Gubernur,Ketua DPRD,Kepala Imigrasi Turun Dari Jabatannya.

PETASULTRA.COM – KONSEL, Puluhan masa aksi yang tergabung dalam beberapa Elemen Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Tenggara (sultra) menggelar unjuk rasa menolak kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa., (10/07/2020)

Unjuk Rasa di Warnai dengan blockade Perempatan jalan gerbang perbatasan kota Kendari,Konsel.hingga mengakibatkan kendaraan sempat mengalami kemacetan.,

Salah satu masa aksi yang tergabung dalam aliansi Keluarga Besar Mahasiswa IAIN Kendari dan Pemuda Ranomeeto, Muktaqin kosa dalam orasinya, mengecam para instansi terkait mengenai kedatangan 500 TKA China yang cacat prosedur,di pertanggung jawabkan.bersedia mundur dari jabatannya.,

Proses blockade perempatan batas kota kendari, konsel(foto awak media PETASULTRA.COM)

“Saya minta kepada pihak yang bertanggung jawab terkait masuknya TKA China yang cacat prosedur agar bersedia mundur dari jabatannya karna dinilai tidak lagi Pro rakyat dan transparan,apa lgi kebijakannya hanya di peruntungkan pribadinya.,”

Lanjutnya ” ia menganggap para pemimpin di sulawesi tenggara yakni mulai dari Gubernur, DPRD dan Ketua Imigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara(SULTRA) hanya memperpanjang garis kemiskinan masyarakan Sulawesi Tenggara (Sultra).,” Papar mutaqin kosa(korlap)

Masa aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda sulawesi Tenggara Menolak keras TKA asal China, hal ini di ungkapkan Oleh Zain Awani.,

Baca Juga  Kepsek di Muna Negatif Covid-19, Ini Penjelasan Direktur RSUD Muna

” Ketua Imigrasi Sulawesi Tenggara hari ini telah bobrok dalam kepemimpinannya dan Ketua Imigrasi tidak menepati janji dalam transparasi mengenai Data visa kedatangan TKA asal china dan berapa jumlah TKA yang ada di bumi Anoa tercinta dengan itu haram TKA china menginjakan kakinya di sultra.,”

TKA gelombang ke III haram bagi kami serta pulangkan TKA yang sudah masuk di bumi anoa yang cacat secara prosedural.,” kecam zain Awani (korlap II)

ENDHY RAMLAN

Komentar

News Feed