oleh

Macan Katobu Amankan 22 Pelaku Tawuran Dibawah Umur, Diantaranya Masih Bocah SD

PETASULTRA.COM-MUNA: Tim Macan Kepolisian Sektor (Polsek) Katobu amankan 22 pelaku tawuran dijalan Abdul Kudus (depan Kantor PLN) pada (30/4/2021) yang meresahkan warga sekitar.

Ironinya, para pelaku tawuran tersebut ternyata masih dibawah umur yang berstatus pelajar SMP dan SD.

Kapolsek Katobu, IPTU LM. Arwan membenarkan, para pelaku yang terlibat tawuran masih berusia 12-15 tahun dan telah diamankan di Mako Polsek Katobu.

“Mereka tidak ditahan, hanya diberikan pembinaan dan setelah para orang tua tandatangani surat pernyataan mereka baru dipulangkan,” ujarnya, Sabtu (1/5/2021).

Mantan Kapolsek Tampo ini menerangkan, bentuk pembinaan yang dilakukan yakni dengan menekankan kepada para pelaku agar tidak melakukan perbuatannya yang dituangkan dalam surat pernyataan apabila terulang maka akan ditindak sesuai hukum.

“Kita juga membina mereka saling mengenal satu sama lain, saling merangkul dan bekerja sama karena diantara mereka ternyata masih ada hubungan keluarga,” terang Kapolsek Katobu.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang dikalangan anak dibawah umur, kata Kapolsek Katobu, pihaknya akan lebih giatkan Patroli malam dengan terus menyambangi tempat yang dianggap rawan.

Baca Juga  Polsek Katobu Gandeng Camat Lohia Benahi Musollah di Destinasi Wisata Pantai Meleura

Sementara salah satu orang tua pelaku, Budiilah mengaku bersyukur atas tindakan Polsek Katobu yang telah mengamankan anak-anak yang terlibat tawuran, sebab merupakan upaya pencegahan dini agar peristiwa kelam tahun 2011-2014 silam tidak terulang.

Menurutnya, dulu anak kecil dimanfaatkan dengan dibuat mabuk mengkonsumsi minuman keras (miras) kemudian dilibatkan dalam tawuran antar lorong.

“Saya bersyukur, selama di Polsek pembinaannya baik, karena selama ini saya tidak tahu perbuatan anak saya diluar rumah, saya kira pergi tarwih padahal baku panggil ikut tawuran. Insya Allah dengan pernyataan yang dibuat anak saya tidak akan ulangi,” ungkapnya.

Pantauan media ini, para pelaku tawuran dibawah ini saling mencukur rambut hingga botak (plontos) sebagai bentuk mengakui kesalahan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan masing-masing.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed