oleh

TPC Hanura Muna Hasil Survei Bulan Juni Itu Pembohongan Publik

PETASULTRA.COM-MUNA. Menanggapi pemberitaan sebelumnya, terkait lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang akan memintai klarifikasi kepada Bakal Calon (Balon) Bupati Muna lainnya dan pengurus partai politik (Parpol) untuk mengungkap dalang terbitnya dokumen hasil survei palsu.

Sekretaris Tim Penjaringan Cabang (TPC) partai Hanura Muna, Irwan Siampa ikut angkat bicara. Melalui PetaSultra.Com. Ia mengaku jika DPC partai Hanura adalah satu-satunya Parpol yang bermitra dengan SMRC dalam proses penjaringan Balon Bupati di Pilkada Muna 2020.

Melalui kontrak kerja sama pada Desember 2019 – Januari 2020, Irwan menyebut, jika saat itu hasil survei SMRC telah keluar untuk semua Balon Bupati Muna yang mendaftar ke DPC Hanura, dimana petahana Bupati Muna, LM. Rusman Emba, ST memiliki survei tertinggi kemudian disusul Bupati Muna Barat, LM. Rajiun Tumada.

“Saya tahu persis karena pelaku utama yang bekerja sama pihak SMRC dengan kontrak kerja Desember-Januari adalah saya bersama ketua TPC Hanura, La Irwan S.IP,” aku Irwan Siampa pada PetaSultra.Com, Minggu (2/8/2020).

Baca Juga  Fix! 5 Petahana di Sultra Bakal Kantongi Rekomendasi Golkar, Diantaranya Pasangan Rusman-Bachrun

Irwan Siampa juga dengan tegas membantah jika TPC Hanura Muna sama sekali tidak melakukan kerja sama dengan pihak SMRC terkait hasil survei pada medio 15-30 Juni yang disinyalir palsu apalagi sampai bebankan biaya survei kepada Balon Bupati.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa TPC Hanura Muna tidak ada sama sekali pembayaran untuk biaya survei dan tidak bermitra dengan SMRC survei bulan Juni, kalau ada itu adalah pembohongan publik,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan media PetaSultra.Com, tunjukkan keseriusan mengungkap siapa dalang dari penerbit dokumen hasil Survei Palsu, lembaga survei SMRC dalam waktu dekat kembali akan melayangkan surat permohon klarifikasi terhadap sejumlah pihak terkait diantaranya Balon Bupati Muna lainnya dan pengurus parpol.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed