oleh

Gandeng IWO Mahasiswa Unessa Adakan Festival Tari Tradisional Pelajar

PETASULTRA.COM – SURABAYA. Bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap kesenian tari tradisional khusunya pada usia remaja dan untuk menampung daya kreatifitas yang dimiliki pelajar SMP dan SMA di JawaTimur, Festival Tari Tradisional Pelajar (FTTP) 2019 se – Jawa Timur akan digelar Mahasiswa Jurusan sendratasik Konsentrasi Seni Tari Universitas Surabaya (Unesa) berlangsung tanggal 5 hingga 6 Oktober 2019 di Gedung Pertunjukan Sawunggaling Unesa Jl. Kampus Unesa, Lidah Wetan Lakarsantri Surabaya.

Demikian yang disampaikan Firyal Nabilasari selaku Sekretaris Panitia saat berkunjung ke Kantor Ikatan Wartawan Online (IWO) Jawa Timur yang berlamat di Maspion Square Jl. A. Yani blok C No. 12 Surabaya, “Menurut kami media online seperti yang tergabung di IWO Jatim memiliki peran penting dalam melestarikan budaya. Karena itu, kami menggandeng IWO Jatim sebagai media support kami,” tutur perempuan yang akrab disapa Iyal ini.

Diharapkan kerjasama antara Panitia Festival dengan IWO Jatim dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian budaya bangsa serta dapat memberikan warna dalam Festival Tari Tradisional Pelajar 2019, “Kami sampaikan terima kasih kepada pengurus IWO Jatim yang mau menerima kami untuk bekerjasama,” tutur Iyal.

Baca Juga  Tiba di Sultra Dengan Pesawat Kepresidenan, Tampilan Jokowi Ala Jaman Now
Festival Tari Unesa

Satwika Rumekso selaku Ketua IWO Jatim menyambut baik kerjasama itu dan siap untuk mendukung sepenuhnya kegiatan FTTP 2019, “Ini merupakan ajang kreatifitas dan ajang pelestarian budaya ditengah – tengah gencarnya serangan budaya asing dan patut kita dukung,” tuturnya.

Ruru sapaan akrabnya menyampaikan ajang ini tidak sekedar melestarikan dalam bentuk event pertunjukan saja, tapi perlu dikemas ke dalam kegiatan yang terintregrasi yang kemudian menjadi sebuah informasi yang layak untuk disampaikan tidak hanya ke dalam negri tapi juga ke seluruh dunia, “Semuanya pelestarinya terintrgrasi, baik itu pemerintah, pelaku seni, masyarakat lainnya serta yang tidak kalah pentingnya adalah peran media,” terang Ruru.

Kata Ruru semoga kerjasama ini berjalan dengan baik dan menjadi tolak ukur dikemudian hari bagi kita semua dalam melestarikan budaya bangsa. (*)

Komentar

News Feed