oleh

Tindakan Refresif SatpolPP Konut , P3D Konut Kecam Kadernya Jadi Korban Kekerasan.

Konawe Utara – Peta sultra.Com

Tindakan Refresif Oleh Kesatuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kembali Terjadi Di Depan Kantor Bupati Konawe Utara pada Rabu 08 Juni 2022

Tindakan Refresif Oleh Satpol PP Tersebut di alami Salah Satu Massa Aksi Bernama Robby anggara yang Sedang Memperjuangkan Hak Masyarakat Konawe Utara Terkait Hunian Sementara (Huntara) Yang Sudah Di Janjikan Pasca Banjr Bandang 2019 yang Sampai Sekarang Belum Terealisasi.

Tindakan Refresif Tersebut Mendapat Sorotan Dan Kecamanan Dari Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah Konawe Utara (P3D- Konut)

Jefri Ketua Umum menyangkan Adanya Kejadian Itu sehingga menurutnya Menurunkan Asas Demokrasi Dalam Menyampaikan Kritikan, kebebasan Pendapat Di Muka Umum yang Di Lindungi Undang Undang.

“Atas Kejadian Refresif Satpol pp kepada Kader P3D Konut Dan Beberapa Adik kami itu sangat di Sayangkan Dan Tidak di benarkan dalam Undang undang seharusnya Pengamanan Kantor Bupati Dalam Hal ini Satpol PP Konut Harus Lebih Tepat Dan Santun mengamankan Massa Aksi Tanpa Harus Melakukan Hal hal yang Di Luar Batas , Ungkapnya

Baca Juga  Dugaan Aktivitas Illegal Mining PT Binanga Hartama Raya Yang Tidak Tersentuh Hukum.

Tambahnya Dengan Kejadian Itu Saya dan Kader P3D Konut Akan Melakukan Aksi Unjuk Rasa Dan Menggaungkan Pencopotan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KasatPolPP) Karena bagaimanapun Dia pimpinan Dan Harus Bertanggung Jawab.

Disisi lain Kami Juga Meminta Bupati Konawe Utara lebih persuasif dan Temui masyarakat terkait Janji Huntara, Karena Dasar inilah Masyarakat Melakukan Aksi Unjuk Rasa Dan Menduduki serta Melakukan Penyegelan Kantor Bupati Konawe Utara selama Beberapa Hari. Tutupnya

Perlu di Ketahui Massa Aksi mendapat Tindakan Refresif Dari Pengamanan Satpol PP dan salah Satu Menderita Sakit Di Bagian Tangan Kiri Dan Tindakan Refresif Tersebut Tertangkap Dalam bentuk Video Berdurasi 37 Detik Dan Sudah Tersebar Dan Di Teruskan Berkali Kali.

Sementara itu robby anggara yang Dihubungi via Whatsapp menjelaskan bahwa Kejadian yang Di alaminya Terjadi Karena ada Upaya Teman Teman Melakukan Pembakaran Ban Untuk lebih Memotivasi Teman teman dan Massa Aksi.

“Kami ini mau bakar ban untuk membakar semangat Teman teman karena itu bagian Dari Dinamika Tetapi Kami Di Halangi Oleh Kesatuan Polisi Pamong Praja (PolPP) dan Ada bahasa yang Di keluarkan Bahwa Jika Kami Bakar Ban , Kepala Kami Akan Di pecahkan,


Lanjut sehingga ini yang memicu amarah kami dan lebih bersemangat untuk tetap membakar Ban dan Tidak lama Kemudian Saya Ditarik Dan di Banting Di Lantai sehingga Tangan Saya Hampir Patah, Ungkapnya Robyy anggara

Sampai berita ini terbit Kami masih mencoba Menghubungi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Konawe Utara untuk di Mintai Keterangan.

Baca Juga  Kehadiran KSO MTT Angin Segar Bagi Masyarakat Lingkar Tambang Blok Mandiodo

Komentar

News Feed