oleh

Hamzah : Mencari Keadilan Atas Klaim Kepemilikan Bulldozer Miliknya.

PATASULTRA.COM,.KENDARI – Dari Hasil wawancara awak media Petasultra.com Hamzah Menuturkan Bahwa, Dirinya Merasa Tidak Mendapatkan Keadilan Atas Laporan terhadap Kasus Klaim Kepemilikan Bulldozer miliknya(Senin, 23/5/2022).

Pasalnya Hamzah meminta keadilan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Dirkrimum Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara terkait pengaduan kasus klaim kepemilikan, satu unit Bulldozer dengan merek Komatsu D85E-SS-2, serial number J15181.

“sampai saat ini saya masih mempertanyakan sejauh mana pengaduan itu ditindaklanjuti atau hanya berjalan ditempat, karena kasus tersebut sudah saya laporkan sejak tanggal 31 Maret 2021, dan sampai sekarang belum ada titik terang, pada saat itu saya membuat pengaduan ke Polda sultra cq Dirkrimum Polda Sultra, perihal pengaduan tentang tindak pidana penggelapan yang diduga dilakukan oleh inisial (RR) berupa 1 unit bulldozer Komatsu, D85E-SS-2, serial number J15181 milik saya pribadi”.

Lanjut,”setelah surat pengaduan saya diterima oleh pihak Dirkrimum Polda Sultra, kemudian saya diberitahukan bahwa terkait pengaduan saya akan tindaklanjuti oleh Subdit III Unit II Dit Reskrim Umum Polda Sultra melalui Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan ( SP2HP),dengan nomor surat. B/302/IV/2021/Dit Reskrimum, tertanggal 03 April 2021″, terang Hamzah.

Baca Juga  Di Temukan Oleh Istrinya, Pria 33 Tahun Tewas Gantung Diri Di Rumah Pribadi

“Kemudian pada tanggal 09 April 2021, saya diperiksa sebagai saksi dalam Berita Acara Interogasi, Setelah itu saya masih menunggu perkembagan dari pengaduan saya, lalu Selang beberapa bulan saya kembali menerima surat dari Dit reskrimum Polda Sultra No. B/458/VI/2021/Dit reskrimum, tertanggal 07 Juni 2021 perihal Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan ( SP2HP), yang ke – 2, tentang penyidik yang telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, dan akan disampaikan perkembangan selanjutnya”, tutur Hamzah.

“Setelah itu, beberapa hari kemudian saya menerima surat lagi dari Dit reskrimum No. B/501/VI/2021/Dit reskrimum. tertanggal 18 Juni 2021, perihal Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan ( SP2HP) yang ke – 3 (tiga) tentang pemberitahuan bahwa pengaduan kami tidak dapat dilanjutkan dikarenakan tidak memenuhi unsur-unsur pidana”, kata Hamzah.

“Dari hasil penyelidikan tersebut diatas saya sangat tidak puas, yang mana kepemilikan alat berat saya sah dan dapat saya buktikan dengan dokumen yang lengkap, kemudian karena ketidakpuasan saya terhadap penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Dit reskrimum Polda Sultra, saya mengajukan permohonan gelar perkara tertanggal 10 Juli 2021.
Kemudian setelah saya menunggu beberapa minggu, saya kembali mendapatkan surat dari Ditreskrimum Polda dengan nomor surat B/550/Res 7.5/VIII/2021 Ditreskrimum, perihal Pemberitahuan perkembangan Hasil Pengawasan Penyidikan, yaitu kesimpulan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan dapat disimpulkan bahwa alat berat jenis komatsu buldozer Komatsu, D85E-SS-2, serial number J15181 dan invoice atas nama PT. Tiga Jaya Sukses, Sudah diserahkan ke saudara Andi Susanto sesuai dengan Surat Pelepasan hak, selanjutnya sdr, Andi Susanto menyerahkan alat berat tersebut kepada Philip Rudiana tanggal 15 Februari 2021 di Makassar, namun dalam proses pembayaran cicilan ke PT.Tifa Finance dilakukan oleh sdr. Philip Rudiana sesuai dengan bukti transfer yang dikirim setiap bulan ke rekening saya”.

Baca Juga  Pemkab Muna Laporkan Hasrul Liana ke Polisi Atas Cuitannya di Facebook

Setelah itu dalam upaya mendapatkan keadilan Hamzah, berinisiatif membawa kasus ini ke Mabes Polri dengan harapan bahwa pihak Mabes Polri bisa menyelesaikan kasus tersebut secepatnya.

“saya juga sudah berupaya membuat surat pengaduan ke Kepala Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri tertanggal 23 Oktober 2021.
Kemudian pada tanggal 22 November 2021 saya menerima surat dari Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dengan nomor surat : B/9698/XI/Res.7.8/2021/Bareskrim perihal Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pengawasan Penyidikan ke – 1 (satu)”,jelasnya Lagi.

“Sejak saya menerima surat tersebut diatas, saya bolak-balik meminta informasi ke Kabag Wassidik Polda Sultra perihal tindak lanjut surat dari Mabes Polri tersebut, namun hingga saat ini saya belum mendapatkan informasi yang jelas perihal perkara yang saya alami saat ini, hingga saya tidak tahu lagi mau kemana mencari keadilan”.

“Sampai saat ini perkara saya tidak ada ujung penyelesaiannya, apakah pengaduan kami dihentikan atau dilanjutkan saya sebagai masyarakat biasa merasa di dzolimi dalam perkara penyelesaian perkara ini, Sehingga saya tetap berusaha untuk mendapatkan hak saya kembali, Saya masih percaya kepada pihak kepolisian dengan semboyan PRESISI POLRI dan saya kan terus mengawal kasus tersebut sampai kapan pun sesuai jalur hukum yang ada”, tutup Hamzah.

Baca Juga  LPMP Sultra,melakukan aksi teatrikal menggecam pemrov yang mendatangkan TKA dari china

Sampai berita diturunkan pihak awak media masih menunggu tanggapan dari pihak tergugat dan pihak kepolisian dalam penanganan kasus tersebut.

Komentar

News Feed