oleh

Membangun kualitas revolusi industri 5.0 dalam pengembangan kualitas SDM desa di Sultra

Petasultra.com,.Kendari – Membangun desa menjadi jantung terpenting didalam pemerintahan jokowi.salah satu slogan komitmen dalam membangun Indonesia di era revolusi industri 5.0 society dalam pengembangan desa, perbatasan dan desa menjadi beban moral Jokowi dalam membangun Indonesia yang adil dan makmur.

Wujud dari komitmen dengan menganggarkan alokasi anggaran dana desa yang di cairkan alokasi anggaran oleh pemerintah sejak tahun 2015 ini adalah bagian dari upaya komitmen Jokowi dalam memakmurkan dan memajukan desa dan mulai dari menunjang aktivitas masyarakat desa dan meningkatkan kualitas (SDM) sumberdaya manusia desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan adanya pengurangan jumlah kemiskinan pada penduduk lokal.

Salah satu di antaranya adanya wilayah provinsi Sulawesi tenggara yang angka singnifika meningkat yang di alami pemerintah desa dalam hal alokasi anggaran dana desa dari pemerintah pusat di Sulawesi senilai Rp 1,653 miliyar. Tercatat ada nya penurunan BPS Provinsi Sulawesi tenggara.

Jumlah 1,963 desa yang ada di daerah tersebut terkait sumber pendapatan daerah ialah adanya sektor pertanian,sektor pertambangan, sektor industri dan sektor peternakan maupun sektor perkebunan adanya upaya peningkatan maupun pengelolaan dan pembinaan yg baik akan meningkatkan kualitas perekonomian daerah yg baik hal ini bisa menjadikan peningkatan pengelolaan maupun kualitas (SDM) akan meningkatkan singnifikan di daerah Sulawesi tenggara.oleh karena itu dampak pada pengelolaan alokasi anggaran dana desa yang belum maksimal hingga berunjuk penyalah gunaan wewenang alokasi anggaran dana desa yang terindikasi pada kerugian negara

Baca Juga  Percepatan pembangunan berkelanjutan kota dan desa dalam kemandirian ekonomi.

Sedangkan pernyataan yang di beritakan oleh media antaranews.com (25/05/2020) penyelidikan Polda Sultra dalam klasifikasi 25 kepala desa dari kabupaten Konawe Selatan polisi menindak lanjuti laporan masyarakat atas dugaan korupsi dalam sinyalemen penyalahgunaan keuangan negara.artinya adanya beberapa laporan aduan masyarakat terhadap beberapa desa tersebut dan adanya indikasi penggelapan dana desa dalam pemalsuan anggaran dana desa dalam bentuk proposal siluman dan terkadang menyabotase penggadaan bibit palsu dalam artian tak terdaftar dalam (SOP) operating procedure.

Terkait praktek korupsi yang sering dilakukan oleh aparatur desa yaitu menggunakan alokasi dana desa untuk kepentingan pribadi, memanipulasi laporan penggunaan alokasi dana desa, mengalihkan dana desa untuk program lain, dan kepala desa tidak mengalokasikan dana desa untuk kegiatan kemasyarakatan yang seharusnya memang dibiayai oleh dana desa dengan cara memaksa masyarakat untuk melakukan program yg dimanipulasi oknum desa tersebut segala di lakukan untuk memuluskan proposal siluman.

Berdasarkan hal tersebut menimbulkan kegagalan dalam penataan administrasi mau pun pengelolaan keuangan dana desa menurun di karenakan melemahnya sistem tata kelola dana desa di pengaruhi oleh oknum Aparatur desa tersebut.

Baca Juga  Tulis Denny JA Apa Jadinya Jika Hubungan Seks Diluar Nikah Akan Di Perluas Kriminalisasinya

indikator utama dalam upaya membangun Desa. Sukses dan tidaknya Pemerintah Desa dalam melakukan tugas dan wewenangnya memerlukan profesionalisme dalam hal kemampuan, keterampilan dan keahlian dalam memberikan layanan publik yang responsif, transparansi, efektif dan efisien adanya problem solving dalam administrasi desa.

Hal terpenting dalam bimbingan tersebut adanya pengembangan moral terhadap hak masyarakat dalam memajukan masyarakat ialah , penyelenggaraan tugas dan kewajiban dalam hal
melayani masyarakat dapat dijalankan dengan baik oleh aparatur desa
sebagaimana tertuang pada Undang-
Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa
pasal 112. Tujuan dilaksanakannya
pembinaan administrasi desa ialah untuk
memperbaiki sistem administrasi
pemerintahan desa yang menyediakan
informasi untuk pemerintah dalam
menjalankan aktivitas pembangunan.

Komentar

News Feed