oleh

Gempita Desak KEJATI SULTRA Proses Direktur utama PT.Dirgham Mulya Tambang atas Dugaan Ilegal Mining Di Iup Eks Kembar Mas, Palsel

Petasultra .com,.Konsel – Kejahatan Lingkungan serta Ilegal Mining di Sulawesi Tenggara seolah tidak ada habisnya,khususnya di Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) (21/1/2021)

Berbicara Konawe Selatan,kecamatan Palangga Selatan terkhusus di Wilayah Eks Iup Kembar Mas (KM) yang kembali mendapatkan sorotan dari lembaga Gerakan Masyarakat Pemerhati Tambang (GEMPITA) Sulawesi Tenggara.

Pihaknya meminta Kejaksaan Tinggi untuk melakukan sidak dan penyelidikan atas dugaan ilegal mining yang dilakukan oleh Salah Satu Perusahaan/Oknum yang belakang diketahui direktur utama perusahaan tersebut adalah seorang perempuan yang diduga kuat Berinisial “RL”.

Hal tersebut telah disampaikan Salah satu Pengurus Besar Gempita Sultra Muh. Saiful S.ip. yang juga merupakan putra Daerah Konawe Selatan,palangga selatan,desa Koeno Pasalnya, kegiatan aktivitas diwilayah eks PT Kembar Mas sudah berlangsung sejak tahun 2021 yang lalu dan sampai sekarang,tentunya hal tersebut sangat merugikan negara dan perlu segera ditindak dan diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku,.”ucapnya

“Berdasarkan Pantauan kami, Bahwa Aktivitas diwilayah Eks Kembar Mas merupakan aktivitas yang syarat akan Ilegal Mining,Sebab IUP Kembar Mas Telah berakhir masanya (Diputihkan) oleh Pemerintah dalam Hal Ini Kementrian Esdm RI , sehingga diduga ada indikasi pemalsuan dokumen terhadap Pengerukan serta pengangkutan ore Nikel di lahan eks Kembar Mas palangga selatan kabupaten Konawe Selatan,” kata Iful sapaan akrabnya.

Baca Juga  Terapkan Sistim Bagi Hasil, PT. SRA Siap Serap 2500 Tenaga Kerja di Muna

Iful, menambahkan bahwa aktivitas yang diduga dilakukan oleh PT. Dirgham Mulya Tambang dimana kami telah mengantongi identitas derektur tersebut yang berinisial “RL” dilahan eks Kembar Mas (KM) Yang sampai detik ini masih dalam Status Putih, sehingga Iful berharap agar Penegak Hukum segera melakukan pemeriksaan terhadap Saudari “RL”

“Titik Koordinat dan Dokumentasi pendukung lainya kami sudah kantongi sehingga pekan depan kami dari Lembaga GEMPITA Sultra akan melaporkan secara resmi dan melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Sultra dan Polda Sultra,” tegas Iful.

Selain itu, menurut Iful, pihaknya juga sudah mengantongi luasan Kawasan yang digarap. Dan hal tersebut sudah menjadi pelanggaran terstruktur dan masif, apapun alasannya semua telah menjadi pelanggaran hukum Dan Hukum harus ditegakkan.

“Nanti pada saat aksi unjuk rasa kami laporkan secara resmi dan membuka semua, serta daftar nama oknum yang terlibat,” pungkas Aktivis Sulawesi Tenggara.

Sampai berita ini diterbitkan pihak wartawan petasultra.com belum bisa menemui pihak perusahaan.

Komentar

News Feed