oleh

Bank BRI Raha Diduga Rekayasa Penerbitan Roya Agunan

PETASULTRA.COM-MUNA, Kasus Bank BRI Cabang Raha yang diduga merekayasa penerbitan Surat Keterangan Lunas (Roya) milik salah satu debitur tengah bergulir di Polres Muna.

Hal itu menyusul terkait adanya aduan oleh Advokat Abdul Razak Said Ali & Partner pada 14 April 2021 lalu.

Menurut, A.R. Said Ali, tindakan roya dengan objek hak tanggungan tanpa adanya pelunasan hutang merupakan tindakan melawan hukum apalagi sampai merugikan kliennya.

Sesuai UU Hak tanggungan, hapusnya hak tanggungan dikarenakan beberapa hal diantaranya hutang telah dibayar lunas, dilepaskannya hak tanggungan oleh pemegang hak tanggungan, pembersihan hak tanggungan berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri dan hapusnya hak tanah atas objek hak tanggungan.

Sementara dari ketentuan itu, lanjut A.R. Said Ali tidak ada yang memenuhi syarat tetapi objek hak tanggungan diroya oleh Bank BRI Raha.

“Dimungkinkan jika ada surat tertulis oleh debitur tapi bagaimana mungkin sementara debitur telah meninggal dunia,” terang A.R. Said Ali pada media ini, Minggu (18/7/2021).

A.R Said Ali mengaku langkah yang diambilnya dengan melaporkan Bank BRI Raha ke Polisi karena menginginkan adanya penyelesaian hukum yang memberikan keadilan bagi kliennya, baik itu gugatan pidana maupun perdata.

Baca Juga  Dikabarkan Tersesat Dihutan Koltim, Pensiunan Purnawirawan TNI Ditemukan Terkulai Lemas

“Ada tiga poin utama kenapa sampai kami tuntut pidana karena adanya perbuatan melawan hukum dan adanya kesalahan sehingga jika mengacu pada fakta, kami duga Bank BRI telah merekayasa roya dan ini merupakan kejahatan baik terkualifikasi pidana umum ataupun pidana perbankan,” tegasnya.

Terkait laporan tersebut, A.R. Said Ali sepenuhnya mempercayakan dan mengapresiasi tindakan Polres Muna, dan berharap agar seluruh pihak yang terduga segera diperiksa sesuai prinsip hukum, tidak boleh ada yang yang berdiri diatas hukum “Equality Before The Law”.

“Kami harap polisi berani menegakan hukum atas persoalan ini, karena demi kepentingan masyarakat muna agar perbuatan oknum yang mencari keuntungan kelompok atau lembaga tidak bertindak semena-mena dan dapat dimintai pertanggung jawaban secara hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho melalui Kasat Reskrim, IPTU Hamka membenarkan adanya laporan tersebut.

“Iya betul laporannya ada, maaf saat ini kami belum bisa memberi keterangan karena masih dalam proses lidik,”singkat mantan Kasat Narkoba itu.

Baca Juga  Catatan Denny JA Sejarah Awal Islam Di Mekkah Atau Petra

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed