oleh

Bank Mandiri Raha Akan Kembali Dipolisikan, Begini Penjelasan Kuasa Hukum Pensiunan Polri

PETASULTRA.COM-MUNA, Kuasa Hukum Pensiunan Polri, Abdul Razak Said Ali, kembali mempersiapkan untuk melaporkan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP MMU Raha ke Polres Muna atas dugaan tindak pidana Perbankan.

Hal itu menyusul adanya dugaan kebocoran data maupun kredit fiktif yang mengatas namakan kliennya, La Pali sebagai debitur Bank Mandiri.

Kata A.R. Said Ali, ditengah pihaknya sementara menunggu proses hukum yang sedang bergulir di Polres Muna atas laporan sebelumnya yang ditujukan kepada Bank Mandiri Raha terkait dugaan penggelapan gaji milik kliennya.

Kliennya, kembali dikagetkan dengan surat peringatan pertama dari Senior Manager Bank Mandiri Regional Retail Collection & Recovery Region X / Sulawesi dan Maluku dengan surat nomor : MNR.RCR/REG.MKS.12896/2021 Tanggal 31 Mei 2021.

Dimana dalam surat tersebut berbunyi jika adanya tunggakan angsuran oleh kliennya dengan rincian tunggakan pokok sebesar Rp.541.667, tunggakan bunga Rp.648.789, tunggakan denda sebesar Rp.14.352, sehingga total kewajiban yang harus dibayar paling lambat tanggal 25 Juni 2021 yaitu sebesar Rp.1.204.807.

Atas kejadian itu A.R. Said Ali mengaku saat ini kliennya kembali tertekan (shock) karena seingatnya tidak memiliki tunggakan yang dimaksud, apalagi dalam surat dinyatakan kliennya, La Pali memiliki hutang pokok Rp. 33.166.775.

Baca Juga  FP3 Tuntut Kepala Bank Mandiri Cabang Raha Mundur dari Jabatannya

Padahal, lanjut A.R. Said Ali, sepengetahuan kliennya hanya mengambil kredit di Bank Mandiri Raha sekitar Rp. 65.000.000, dengan angsuran Rp. 1.191.666, yang secara otomatis dipotong setiap bulannya dari sisa gaji pensiunan.

“Selama ini tidak ada persoalan tunggakan apalagi sampai ada surat peringatan dari Bank Mandiri Raha, tapi tiba-tiba ada surat peringatan tunggakan itu justru datang dr Bank Mandiri Makassar, ini kan aneh?,” ujar A.R. Razak pada media ini, Senin (21/6/2021).

Dengan adanya dugaan penggunaan data tanpa sepengetahuan kliennya maupun kredit fiktif, A.R. Said Ali, selanjutnya akan kembali menyiapkan langkah hukum berupa laporan polisi atas dugaan tindak pidana perbankan ke Polres Muna.

Maupun gugatan perdata, termasuk akan mengadukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra maupun Bank Indonesia (BI) Sultra.

“Tentu tujuannya agar persoalan ini menjadi terang benderang, karena disatu sisi hal ini menjadi kekhawatiran kami jangan sampai ini terjadi bukan saja kepada klien kami tapi juga kepada nasabah yang lain hanya saja belum diketahui saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Polisi Tangkap Waria Pembawa Sabu, Satunya Dilumpuhkan Depan Kantor KPUD Muna

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed