oleh

Peran Besar Ridwan Bae Dalam Pembangunan Rusun ASN, Rumah khusus Nelayan dan BSPS di Muna

PETASULTRA.COM-MUNA, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae letakan batu pertama pembangunan rumah susun ASN Kabupaten Muna berdesain tiga lantai dengan jumlah 44 kamar dan luas 36 meter persegi.

Dirangkaikan dengan pembangunan rumah khusus nelayan dan psu sebanyak 26 unit dengan sistem Rumah Instan Sederhana dan Sehat (Risha) dengan tipe 36 serta penyerahan secara simbolis Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 311.

Kepala Balai Penyediaan Perumahan Sulawesi III, Sugiharjo menerangkan, pembangunan rusun, rumah khusus nelayan dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Muna tidak terlepas dari inisiasi Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Ridwan Bae dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur di Muna.

“Harapan dari pembangunan rusun dan rumah khusus nelayan ini agar ASN dan masyarakat dapat menikmati hunian yang layak,” kata Sugiharjo.

Dana pembangunan rusun dan rumah khusus nelayan dibiayai oleh APBN tahun 2021. Totalnya, rusun sebesar Rp 23,6 miliar yang dilengkapi fasilitas mobilier, tempat tidur, sofa dan lemari.

Sedangkan 20 unit rumah khusus nelayan berteknologi, rumah instant sederhana, dan sehat (Risha) anggaranya sebesar Rp 3,2 miliar.

Baca Juga  Polisi Mulai Selidiki Kasus Dugaan Penggelapan yang Menyeret Bank Mandiri Raha

“Kita berharap nantinya, rumah yang dibangun itu dapat dirawat dengan baik,” pintanya.

Bupati Muna, LM Rusman Emba mengapresiasi Ridwan Bae yang telah banyak berkontribusi bagi pembangunan di daerah.

Menurutnya, program-program pembangunan yang bersumber dari pusat, semua tidak terlepas dari peran Ridwan Bae.

“Insyaallah, kami dari Pemkab akan memelihara rumah susun yang dibangun ini,” janjinya.

Sementara itu, Ridwan Bae menerangkan, pemerintah pusat bersama DPR-RI tidak hanya diam dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan ASN.

Ia tak menafikan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat lahir dari aspirasi DPR. Posisinya di komisi yang membidangi infrastruktur, membuat dirinya semakin bersemangat memperjuangkan anggaran pembangunan di daerah.

Ia juga berpesan pada kontraktor yang mengerjakan rusun dan rumah khusus, jangan asal membangun. Namun, harus sesuaikan dengan kontruksi yang ada dalam rencana anggaran biaya (RAB).

“Jangan asal jadi, bangunannya harus benar-benar sempurna,” pesannya.

penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed