oleh

Debitur Bantah Terima Balasan Somasi Bank Mandiri Raha, Akbar: Ayah Saya Sampai Sakit

PETASULTRA.COM-MUNA, Pensiunan Polri, La Pali bantah keras telah menerima apalagi membaca balasan surat somasi dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. KCP MMU Raha terkait penjelasan atas dugaan pemotongan gaji diluar kontrak kredit (akad) yang disepakati.

La Pali menyebut, pernyataan pihak Bank Mandiri, yakni Yanti BT. Raman pada media ini adalah tidak benar.

Pasalnya, pasca kuasa hukumnya melayangkan surat somasi pada (28/5/2021) lalu, kata La Pali, dua hari berikutnya tepatnya pada (31/5/2021), sempat datang utusan dari Bank Mandiri dikediamannya membawakan surat dimaksud namun hal itu ditolaknya.

Sambung La Pali, jika pihak Bank Mandiri sampai dua kali datang kerumahnya di Kelurahan Watonea, kedatangan pertama tidak dibukakan pintu karena sedang istirahat siang, kemudian kembali datang pada sore hari dimana saat itu berpapasan dengan dirinya yang hendak keluar hadiri patai (acara duka) keluarga.

Dirinya, sempat mempersilahkan masuk serta mempertanyakan tujuan kedatangan pihak Bank kerumahnya, ternyata saat itu ditunjukkan balasan surat somasi dan meminta agar diterima.

Baca Juga  Terkesan Lambat Usut Dugaan Korupsi di Mubar, JPM Ancam Agar Kajari Muna Dicopot

“Saya langsung tolak surat itu (balasan somasi) karena yang berurusan dengan bank mandiri sudah saya serahkan pada pengacara keluarga, jadi saya suruh mereka minta petunjuk sama anak saya, Akbar,” terang La Pali pada media ini, Rabu (2/6/2021) malam.

Selaku debitur di Bank Mandiri, La Pali mengaku sangat menyayangkan atas sikap bank persero tersebut, yang terkesan jauh dari slogan “Terdepan, Terpercaya dan Tumbuh Bersama Anda” yang mengedepankan pelayanan prima, sebab persoalan yang menimpa dirinya dibiarkan berlarut tanpa kejelasan.

“Seandainya bank mandiri mengganti kekurangan atau merapel sisa gaji saya, tidak akan terima karena ini sudah terlanjur masuk keranah hukum, saya hanya mau mengambil hak saya,” tuturnya.

“Untung saja saat mereka tawari untuk pindahkan pensiun saya di bank mandiri taspen, saya menolak,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Akbar, salah satu anak La Pali sebagai perwakilan keluarga turut membenarkan sempat datang pihak Bank Mandiri dirumahnya dijalan Lumba-Lumba Kelurahan Laiworu untuk mengantarkan balasan surat somasi.

“Pihak bank mandiri memang datang dirumah antarkan balasan surat somasi, tapi saya langsung arahkan ke pengacara keluarga. Intinya kalau surat itu diterima tidak akan ada laporan polisi,” tegasnya.

Baca Juga  Staf Ahli Gubernur Dilantik Jadi Pj. Sekda Muna

Akbar menilai sejak persoalan yang menimpa ayahnya, pihak Bank Mandiri melakukan upaya pengembalian kelebihan potongan sisa gaji dengan cara-cara yang tidak lazim.

Diantaranya meminta ulang KTP dengan dalil jika Nomor Rekening ayahnya telah mati tujuannya mau mengembalikan kelebihan potongan angsuran secara non tunai dan mengirim paket melalui jasa pengiriman J&T, anehnya setelah dicek pada nomor resi yang digunakan kurir tidak terdaftar (invalid).

“Nanti keluarga sudah ribut, pihak bank mandiri baru mau berupaya mengembalikan itupun dengan cara yang tidak profesional, karena persoalan ini ayah saya sampai terbawa pikiran dan jatuh sakit,” kesal Akbar.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed