oleh

Sekum BADKO HMI Sultra Menilai MUSDA KNPI Terkesan di Paksakan

PETASULTRA.COM, KENDARI- Sekretaris Umum (Sekum) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Arsadam Moita mengatakan, Musyawarah Daerah (Musda) bersama XV DPD I KNPI Sultra terkesan dipaksakan, mulai dari tahap persiapan hingga pada tahapan pengumuman hasil verifikasi berkas bakal calon dilakukan tidak sesuai prosedur dan menyalahi aturan organisasi., Sabtu 29/05/2021

Hal ini dikatakannya menyusul penyelenggaraan Musda XV DPDI KNPI Sultra menuai banyak protes dari kalangan pemuda Sultra.

“Kami selaku bagian dari organisasi yang mengilhami terbentuknya KNPI sebagai wadah penyatu organisasi kepemudaan sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Semangat yang terbangun untuk menyatukan beberapa Versi DPD I KNPI Sultra sudah dicederai oleh beberapa pihak,” kata Arsadam Moita, Jumat (28/5/2021).

Lanjut Arsadam, dia tidak menyoal siapapun yang terpilih, bahkan anak Gubernur sekalipun. Namun proses terpilihnya tidak mencederai prosedur dan mekanisme organisasi, teruntuk Anggaran Dasar dan Anggara Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Sehingga saya meminta dan mengajak kepada masing-masing pimpinan organisasi yang tergabung dalam kelompok cipayung dan OKP lain yang tergabung, untuk kemudian bersama-sama menyerukan dan merekomendasikan kepada DPP KNPI masing-masing faksi, untuk menolak dan tidak melegitimasi hasil Musda Bersama DPD I KNPI Sultra yang ke-XV,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Muna Pantau Penerimaan BLT DD Sampai ke Desa Terpencil

Menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan ‘Musda Bersama’ adalah untuk menyatukan tiga faksi KNPI Sultra yang terpecah, tapi pada kenyataannya hari ini justru menciptakan konflik kepentingan dikalangan pemuda dengan memaksakan kehendak hanya meloloskan salah satu calon menjadi ketua KNPI Sultra.

“Saya meminta kepada panitia untuk menunda pelaksanaan Musda bersama DPD I KNPI Sultra yang Ke-XV dan meminta kepada masing-masing versi DPD I KNPI SULTRA kembali mengodok komposisi kepanitiaan yang baru, terbuka, adil dan netral. Yang Beranggotakan orang-orang yang masuk bagian dari kepengurusan DPD I KNPI sultra, Yang jauh dari keberpihakan pada salah satu calon demi terwujudnya tujuan persatuan pemuda di Sultra,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari 5 pendaftar bakal calon Ketua KNPI Sultra, hanya putra Gubernur Sultra yang dinyatakan lolos tahap verifikasi pencalonan, namun masih akan digodok dan ditentukan pada pleno Musda ke-15 KNPI Sultra.

Arsadam menyampaikan lagi, bahwa pengodokan calon yang dimaksud pada tahap pleno musda yang disampaikan oleh salah satu anggota SC hanya isapan jempol belaka, karena pada tahapan Pleno calon masuk dalam forum hanya sekedar untuk pengujian kriteria saja, bukan mengugurkan keputusan hasil Verifikasi berkas. Jadi bagaimana mungkin calon yang telah digugurkan pada tahap verifikasi berkas bisa masuk untuk pengujian kriteria sementara secara kelengkapan administrasi berkas bakal calon Sudah digugurkan diawal.

Baca Juga  Satgas Covid-19 Muna Terima 110 APD Baju "Astronot" Lengkap Menyusul 500 Pcs

Komentar

News Feed