oleh

Kejahatan Perbankan? Kuasa Hukum Pensiunan Polri Layangkan Somasi ke Bank Mandiri Raha

PETASULTRA.COM-MUNA. Pensiunan Polri, La Pali melalui kuasa hukumnya, Abdul Razak Said Ali & Patners pada Jumat (28/5/2021) melayangkan somasi keras kepada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP MMU Raha.

A.R. Said Ali mengatakan, somasi didasari karena Bank Mandiri terkesan mengabaikan konfirmasi yang dilakukan kliennya secara tertulis pada (21/5/2021) lalu, terkait adanya selisi potongan gaji yang sudah tidak sesuai dengan kontrak kredit yang ditandatangani.

“Sejak ditemui adanya selisi potongan gaji pada angsuran ke 60, klien saya sudah lakukan konfirmasi secara lisan ke bank mandiri tapi tidak menemui titik terang sehingga pada angsuran ke 61 kembali terjadi,” ujarnya pada media ini, Sabtu (29/5/2021).

Kata, A.R. Said Ali, jika kliennya pada Maret tahun 2016 mengajukan kredit pada Bank Mandiri sebesar Rp. 65 juta dengan masa angsuran selama 120 bulan, sehingga kliennya memiliki kewajiban hukum membayar Rp. 1.191.666 yang dipotong dari gaji pensiun setiap bulannya.

Namun berjalan dua bulan terakhir, Bank Mandiri diduga secara sepihak menggunakan pola angsuran yang tidak lagi sesuai kontrak kredit yang ditandatangani (Anuitas).

Baca Juga  Laksda (P) Yuhastihar Ajak Warga Jaga Kesehatan Bersama

Hal itu menyusul adanya selisi yang cukup signifikan dari sisa gaji yang diterima, dimana gaji pokok pensiun kliennya yakni sebesar Rp. 2.871.401, setelah potongan kredit Rp. 1.191.666, seharusnya menerima Rp. 1.679.734 tetapi pada kenyataannya gaji pensiun yang diterima kliennya tersisa Rp. 945.474.

“Terdapat selisi potongan angsuran sebesar Rp. 734.260 dan ini yang menjadi titik permasalahan sebab tidak jelas asal usulnya, anehnya lagi pada bukti penerimaan angsuran bank mandiri tetap memberikan jumlah potongan angsuran normal,” ungkap A.R. Said Ali.

“Untuk itu kami menganggap penting menyikapi secara hukum dan telah melayangkan somasi ke bank mandiri untuk menyelesaikan persoalan ini secara jujur paling lambat (31/5/2021),” tegasnya.

Sambung A.R. Said Ali, jika sampai 3X24 jam tidak adanya penyelesaian maka patut diduga sisa gaji pensiun kliennya digelapkan Bank Mandiri.

“Kami akan mengambil langkah hukum yang tegas baik pidana berupa laporan polisi maupun mengajukan gugatan perdata,” ucapnya.

Menurut A.R. Said Ali, persoalan ini menjadi sangat krusial bukan saja terkait jumlah dari potongan angsuran yang tidak sesuai kontrak kredit yang dilakukan Bank Mandiri terhadap kliennya, namun sangat disesalkan kejadian itu tidak manusiawi apalagi terjadi pada kliennya seorang purnawirawan polisi yang membutuhkan sisa gaji dimasa pensiunnya.

Baca Juga  Polres Muna Diminta "Pro Justitia" Atas Dugaan Perusahaan AMP di Motewe Tak Kantongi Amdal

“Pihak bank mandiri harus jujur dan terbuka kepada kami dan publik karena ini sangat merugikan klien kami dan akan berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan karena kekhawatiran kami jangan sampai persoalan ini tidak hanya menimpa klien kami tetapi juga menimpa nasabah yang lain,” tandasnya.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed