oleh

Dinas Perumahan “Warning” Warga Penerima Bantuan Bedah Rumah

PETASULTRA.COM-MUNA, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Muna, Adi Mulya menekan kepada warga penerima bantuan agar tidak bermain-main dengan anggaran program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Muna Tahun Anggaran 2021.

Hal itu ditekankan Adi Mulya saat menggelar Sosialisasi BSRS kapada warga calon penerima bantuan yang bertempat dikantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Muna, Sabtu (22/5/2021).

Dalam program BSRS kali ini, Adi Mulya berpesan kepada warga calon penerima bantuan agar bersungguh-sungguh membangun, sebab pihaknya tidak inginkan apa yang menjadi temuan Kejaksaan pada tahun 2018 tidak terulang.

Dimana ditengah perjalanan ada beberapa titik dari awal verifikasi terjadi berbedaan data antara titik kordinat dengan lokasi rumah yang akan dibangun.

Mirisnya, ada salah seorang warga penerima bantuan sama sekali tidak membangun meski sudah menerima 100 persen.

“Jadi ketika kita temukan ada warga penerima bantuan ditahap pertama tidak ada progres sama sekali maka kita akan meminta pengembalian sesuai dana yang sudah diterima,” tutup Adi Mulya.

Baca Juga  Polisi Mulai Selidiki Kasus Dugaan Penggelapan yang Menyeret Bank Mandiri Raha

Diketahui, Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) adalah program Pemerintah Daerah (Pemda) Muna, sebanyak 79 unit yang terbagi di Kelurahan Watonea 15 unit, Wamponiki 20 unit, Raha II 15 unit dan Desa Lamaeo 29 unit dengan total anggaran sekitar Rp. 1,5 miliar.

Dimana untuk satu unit rumah sebesar Rp. 20 juta dengan rincian Rp. 17,5 juta untuk pembelanjaan bahan bangunan dan ongkos tukang Rp. 2,5 juta.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed