oleh

Dinas Perumahan Muna Sosialisasikan Program Bantuan Bedah Rumah

PETASULTRA.COM-MUNA, Usai dilakukan verifikasi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) terhadap warga calon penerima bantuan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muna, menggelar sosialisasi program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS).

Ada beberapa agenda dalam kegiatan tersebut, yakni warga kembali dimintai kelengkapan pemberkasan administrasi sebelum diajukannya proposal untuk tahap selanjutnya sebagai syarat penerima bantuan BSRS yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Muna Tahun Anggaran 2021.

Kepala Bidang Perumahan, Ady Mulia mengatakan, BSRS adalah program Pemerintah Daerah (Pemda) Muna sebanyak 79 unit yang terbagi di Kelurahan Watonea 15 unit, Wamponiki 20 unit, Raha II 15 unit dan Desa Lamaeo 29 unit dengan total anggaran sekitar Rp. 1,5 miliar.

Dimana untuk satu unit peningkatan kualitas rumah tidak layak huni sebesar Rp. 20 juta dengan rincian Rp. 17,5 juta untuk pembelanjaan bahan bangunan dan ongkos tukang Rp. 2,5 juta.

“BSRS setiap tahunnya terus berjalan berkat perjuangan bapak Bupati Muna, (LM. Rusman Emba, ST), yang diperuntukan kepada warga yang berpenghasilan rendah dibawah Upah Minimum Regional (UMR),” ujar Adi Mulya dalam sambutannya, Sabtu (22/5/2021).

Baca Juga  Tuntutan Perda Tentang BPD Jadi Fokus Utama Pertemuan Asosiasi BPD Konsel

Untuk proses pencairan dana BSRS dilakukan secara bertahap, dimana untuk Kelurahan Watonea dan Kelurahan Raha II tahap pertama sebesar 25 persen dan tahap kedua 75 persen, sedangkan untuk Kelurahan Wamponiki dan Desa Lamaeo Kecamatan Kabawo karena kebijakan Covid-19 bisa 100 persen.

“Pencairan tahap II bisa dilakukan apabila progres pembangunan rumah sudah mencapai 30 persen dengan presentase batu merah sudah naik,” terang Adi Mulya.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed