oleh

P2Kosmat Menolak Tegas, PT. Asmindo Menggunakan Ruas Jalan Umum Sebagai Houling

-Opini-124 views

PETASULTRA.COM, Konsel- Organisasi Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kosebo Mataiwoi (P2KOSMAT), menolak tegas PT. Asmindo untuk menggunakan Ruas Jalan Umum di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sebagai jalan houling, karena persoalan tersebut akan berdampak negatif pada masyarakat.

Dampak negatif yang akan di rasakan oleh masyarakat adalah mulai dari kesehatan, ketika musim kemarau debu, ada di mana-mana kemudian masyarakat akan merasakan sesak nafas dan lain-lain.

Hal itu di ungkapkan Ketua Umum P2KOSMAT Muh. Erit Prasetya, saat konfirmasi melalui Via Whatssap, Rabu, (19/5/2021).

“Saya sangat prihatin oleh pihak perusahaan tersebut mereka tidak memikirkan Kedepan
bahwa masyarakat akan terkena dampak negatif, apabila musim hujan lumpur akan di mana-mana dan ketika musim kemarau debu juga akan bertebaran dan ini akan berdampak juga pada kesehatan masyarakat”, Ungkap Ketua Umum dengan nada yang tinggi

Undang-undang (UU) Nomor. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, pada pasal 1 angka 5 disebutkan bahwa “ jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum”, dan pasal 1 angka angka 6 disebutkan “Jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, badan usaha, perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri”.

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Sultra Tantang Laporkan Dirinya ke Pihak Tipikor

“Berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 5 dan 6 UU No. 38 Tahun 2004 sangat jelas bahwa jalan umum diperuntukan untuk lalu lintas umum dan bukan untuk kepentingan badan usaha untuk kepentingan sendiri, sehingga seharusnya pengangkutan ore nikel tidak menggunakan jalan umum tapi harus menggunakan jalan khusus, karena kegiatan tersebut jelas untuk kepentingan usahannya sendiri”, Terangnya.

Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Dan Pengembangan Jaringan Himpunan Mahasiswa Kecamatan Angata (HIMAKTA) itu Juga mengingatkan kepada pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tidak memberikan izin kepada PT. Asmindo tanpa turun dan melihat kondisi di lapangan.

“Saya ingin sampaikan kepada pemprov untuk tidak memberikan izin kepada PT. Asmindo, sebab di 8 desa yang akan di lintasi mobil perusahaan tersebut, yg bertempat di kecamatan angata sudah rusak parah, jika mobil perusahaan masuk maka jalan akan semakin rusak parah”, Tutupnya.

Komentar

News Feed