oleh

Eks KETUA BEM FH UMK : PEMERINTAH INDONESIA HARUS MENGAMBIL TINDAKAN TEGAS TERHADAP ISRAEL

PETASULTRA.COM, KENDARI- Aksi saling serang antara pasukan Israel dan Hamas telah menewaskan 145 orang di jalur gaza, termasuk 41 anak-anak. Sementara di kubu Israel, delapan hingga 10 orang tewas akibat serangan roket Hamas, satu diantaranya bocah berusia 5 tahun., Senin 17/05/2021

Hal ini di sampaikan Muh. Fadri Laulewulu. SH salah satu pemicu, serangan pasukan israel kepada warga palestina menggunakan gas air mata dan granat setrum di dalam masjid Al-Aqsa dan setidaknya tiga warga palestina kehilangan penglihatan setelah terkena peluru plastik yang menurut saksi ditujukan langsung ke kepala mereka.,

“Lanjut Fadri Laulewulu. SH Ketegangan di perbatasan Jalur Gaza dengan Israel terus meningkat menyusul konfrontasi kekerasan baru-baru ini di masjid dan di lingkungan Sheikh Jarrah Yerusalem. Tindakan tersebut telah menimbulkan keprihatinan di dunia, Terutama umat muslim karena situs tersebut merupakan kiblat pertama umat muslim”

“Persoalan di Palestina bukan hanya persoalan Agama tetapi juga kemanusiaan, Pemerintah indonesia harus mengambil tindakan tegas dan mendesak Israel untuk segera menghentikan seluruh tindakan eksaserbasi yang melanggar pakta dan perjanjian internasional,” ucap Eks Ketua BEM FH UMK

Baca Juga  Kali Kedua Pemkab Muna Raih BI Sultra Awards 2020

‘Secara historis Palestina mempunyai hubungan yang baik dengan Indonesia, salah satu Negara yang mendukung dan mengakui Indonesia sebagai suatu Negara yang merdeka, sebelum dan sesudah proklamasi adalah Palestina yaitu pada tanggal 6 september 1944 yang diwakili oleh Syekh Muhamad Amin al-husaini Radio Berlin Berbahasa Arab menyiarkan ucapan selamat beliau kepada seluruh dunia islam bertepatan pengakuan jepang atas kemerdekaan indonesia” sambung Kabid ptkp HMI cabang kendari.

“Aksi solidaritas untuk Palestina menggema di Eropa, Untuk itu saya menekankan kepada Presiden Joko Widodo agar mengambil Sikap dan Tindakan Tegas, karena jika Indonesia memilih Netral dalam situasi ketidakadilan, maka secara tidak langsung Indonesia telah memilih berpihak pada sisi Penindas. Tutup Founder BEM Se-sulawesi ini.

Komentar

News Feed