oleh

Baru 2 Bulan Nahkodai Kejari Muna, Ini Prestasi Agustinus

PETASULTRA.COM-MUNA: Baru dua bulan memegang tampuk pimpinan, Agustinus Ba’ka Tangdililing berhasil menorehkan sejumlah prestasi yang masuk dalam program 100 hari kerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna.

Diantaranya mengantarkan Kejari Muna menduduki peringkat kedua dalam pengelolahan Case Management System (CAS) yakni sebuah aplikasi yang bertujuan memudahkan mengakses dokumen penanganan perkara, yang diikuti oleh Kejari se-Sultra.

Termasuk menerima pengembalian kerugian uang negara senilai Rp. 313.559.950 atas kasus korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Desa Lasunapa tahun 2012 dari mantan Kepala BPN Raha, Arifin.

Selain itu dalam waktu dua bulan terkahir, pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan terhadap dua kasus korupsi yakni anggaran makan minum di Sekretariat DPRD Muna Barat yang telah dinaikkan ketahap penyidikan dan proyek tanggul pantai di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton Utara yang masih tahap lidik.

“Untuk teknisnya nanti kordinasikan sama pak Sharir Kasi Pidsus ya,” ujar Agustinus saat ditemui awak media diruang Media Center Kejari Muna, Kamis (6/5/2021).

Tak hanya itu, Kejari Muna juga melimpahkan perkara dugaan korupsi pengadaan bibit sapi di Desa Baluara yang bersumber dari Dana Desa tahun 2018, yang menyeret dua tersangka yakni, Plt Kades Baluara, Abdul Rahman dan Kabid di Dinas Peternakan, Helwun Harila ke Pengadilan Tipikor Kendari.

Baca Juga  Kabag Kesra Dan Sekda Inhu Ditahan Kejaksaan Karena Diduga Korupsi Dana Mamin MTQ

Mantan Koordinator Intelijen Kejati NTT itu mengatakan, melaksanakan tugas sesuai dengan amanah pimpinan dimana tugas utama Kejari Muna memberantas korupsi yang masuk dalam program 100 hari kerja berjalan dengan baik.

“Saya profesionalisme dalam melaksanakan tugas tetapi tetap dengan hati nurari, apabila ada temuan penyimpangan yang pertama berupaya untuk mengembalikan kerugian negara, terkahir baru proses pidana,” terangnya.

Ia menambahkan, Kejari dalam menegakkan hukum tidak semata-semata langsung mempidanakan pelaku melainkan menyelamatkan kerugian uang negara, hal itu sebagai wujud bagaimana Kejari mempunyai peran penting dalam Pemulihan Ekonomi Nasional ditengah Pandemi Covid-19.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed