oleh

Wakil Ketua DPRD Sultra Tantang Laporkan Dirinya ke Pihak Tipikor

PETASULTRA.COM-Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, H. Jumarding menegaskan jika selama menjadi DPRD Sultra tidak pernah melalukan perjalan dinas fiktif sesuai yang dilaporkan oleh Gerakan Anti Korupsi Sultra. Bahkan H. Jumardin menantang kepada Gerakan Anti Korupsi yang melaporkan dirinya kepada Badan Kohormatan Dewan untuk menunjukkan bukti-bukti sesuai apa yang ia laporkan ke Mahkama Dewan, DPRD Sulawesi Tenggara.

“Itu semua berita fitnah alias bohong, selama menjadi anggota DPRD saya tidak pernah melakukan perjalanan dinas dengan cara menyuruh orang lain yang jalan,”ujarnya Kepada kepada awak media (2/5/2021).

Selain itu, Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan jika dirinya di lantik menjadi pimpinan DPRD Sultra tanggal 10 Maret 2016 sementara yang tertuang didalam permberitaan jika dirinya melakukan perjalanan dinas pada tanggal 1 april 2016 sebelum dirinya menjabat sebagai pimpinan DPRD Sultra,”menurutnya.

“Saya kwatir dengan kondisi ini, siapatau ada maling teriak maling, dia yang melakukan baru dia juga yang berteriak maling,”kesalnya.

Untuk membuktikan semua itu, H. Jumardin juga menantang kepada pihak yang melaporkan dirinya untuk meneruskan laporannya kepada pihak penegak hukum dalam hal ini polda Sulawesi Tenggara, agar kasus tersebut bisa terbuka secara terang menerang.

Baca Juga  Tulis Denny JA Tentang Kahlil Gibran Yang Berkisah Soal Cinta

“Saya juga nanti akan melaporkan si LSM ini kepihak Polda Sultra atas dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya,”uangkapnya.

Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Sultra ini menyarankan kepada pihak Gerakan Anti Korupsi Sulawesi Tenggara juga melaporkan hal tersebut kepada pihak Tipikor, termasuk dirinya juga dilaporkan sesuai apa yang ia laporkan kepada Badan Kehormatan Dewan.

“Saya bersedia layani kalau saya dilaporkan, selain itu perlu diketahui bahwa sekertariat DPRD ini adalah lembaga yang bukan mengelola anggaran 1 milyar sampai 2 milyar, tetapi sekertariat DPRD mengelola uang sampai ratusan milyard, jadi harus disisir kutu semua kegiatan pengelolaan uang di sekertariat DPRD supaya semuanya terang benerang,”harapnya.

Sebelumnya telah diberitakan terkait laporan Ketua Gerak Anti Korupsi Sultra, Nursan kepada Ketua DPRD Sultra lalu diteruskan kepada Badan Kehormatan Dewan yang menyebutkan jika pihaknya menduga jika Wakil Ketua DPRD Sultra H. Jumarding telah melakukan perjalanan dinas fiktif pada tgl 1 april tahun 2016 silam, sebelum jadi pimpinan DPRD.

Komentar

News Feed