oleh

Ujang Hermawan: PT OSS Harus Bertanggung Jawab Kepada Warga Atas Pencemaran Polusi Dan Debu Batu Bara

KONUT | Keresahan masyarakat Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya Kecamatan Motui mulai dirasakan sejak hadirnya PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Desa Tani Indah Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Perusahaan yang berada tak jauh dari Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara itu, kini warga mulai mendapatkan danpaknya yakni, debu akibat dampak dari polusi batu baru yang berada diwilayah perusahaan.

Sejumlah organisasi kepemudaan di Kecamatan Motui angkat bicara. Salah satunya dari lembaga Aliansi Masyarakat Korban Kecamatan Motui (AMK) yang mengutuk keras dampak lingkungan yang ditimbulkan, hingga ancaman pemboikotan PT OSS.

Hal itupun mendapat dukungan moril dari berbagai Kalangan Aktivis, salah satunya Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Ujang Hermawan.

“Secara pribadi, Ia memberikan dukungannya terhadap rekan-rekan AMK yang akan menggaungkan pemboikotan PT OSS akibat dampak lingkungan yang ditimbulkan,” tegas ujang, Sabtu, (1/5/2021).

Ujang Hermawan menilai, kehadiran PT OSS mestinya harus memberikan mata air kehidupan, tetapi justru menawarkan “air mata” bagi masyarakat Konut, khususnya warga Kecamatan Motui akibat polusi tambang dan batu bara.

Baca Juga  Pemda Muna Belum Mengetahui Adanya Tes Wawancara di Seleksi CPNSD

Mantan Ketua HMI Fisip UHO Tersersebut, Mengatakan, Penderitaan warga Motui harus menghirup udara kotor dari polusi PT OSS, Dimana peran perusahaan disaat masyarakat membutuhkan udara segar??.

“Aktivitas perusahaan yang merugikan masyarakat tidak juga dibenahi, apakah nanti ada korban jiwa baru perusahan mau membenahi dampak lingkungannya?,. Itulah potret buram kehadiran PT.OSS tidak memberikan “kehidupan” malah memberikan penyakit mematikan bagi masyarakat Motui Khususnya, Olehnya itu, perlu adanya peninjauan ulang Analisis Dampak lingkungan (AMDAL) perusahaan tersebut,” Tutup Ujang

Komentar

News Feed