oleh

melalui Puspaga Dinas PPA Konsel optimis bisa menekan kekerasan perempuan dan anak

PETASULTRA.COM.,KONAWE SELATAN – Louncing Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Mokoau, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Yuliana, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara optimis mampu menekan kekerasan Perempuan dan anak.(20/april/2021)

Kegiatan Puspaga diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak, yang di hadiri oleh Pj bupati Konsel, Andi Tendri, serta beberapa Kepala OPD, dan Staf Pemerintah Daerah (Pemda) Konsel.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Yuliana, mengungkapkan dalam sambutannya, Puspaga Mokoau, dalam bahasa Tolaki, Mokoau artinya rindu, yang merupakan bentuk rasa terimakasih kepada Andi Tendri, dimana dalam masa kepemimpinanya selalu memberikan semangat dan support untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Puspaga Mokoau, dalam bahasa Tolaki Mokoau artinya rindu, ini merupakan bentuk rasa terimakasih kepada PJ bupati dimana selalu memberikan support untuk terus menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Konsel,”ungkapnya

Yuliana menambahkan Puspaga merupakan sala satu program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan perlindungan anak, sesuai mandat UU no 23 tahun 2014.

“Keberadaan Puspaga di Konsel sangat strategis untuk mengawal kekerasan perempuan dan anak, Puspaga juga merupakan wadah fasilitas layanan yang mempunya akuntabilitas, sumberdaya, infrastruktur dalam mengelola untuk meningkatkan kualitas hidup dan keluarga,” tambahnya.

Baca Juga  Ketua LPMP,Haramkan TKA Masuk Sultra

Ditempat yang sama, Andi Tendri, dalam sambutannya, mengungkapkan untuk mewujudkan tujuan pembagunan daerah membutuhkan kontribusi Perempuan dan anak anak, selaku penerus bangsa.

“Untuk mewujudkan pembagunan daerah maupun bangsa pasti membutuhkan Kontribusi Perempuan dan anak anak selaku penerus Bangsa,”Ungkapnya

Andi Tendri menuturkan sepanjang tahun 2020 ada 26 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan kepada pihak berwajib, dan masih ada lagi yang belum terlaporkan.

“Di Konsel sepanjang tahun 2020 ada 26 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan kepada pihak berwajib, dan masih ada lagi yang belum dilaporkan,”tuturnya.

“Dengan adanya Puspaga saya berharap angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Konsel bisa berkurang dan teratasi,”Pungkasnya

Komentar

News Feed