oleh

Tidak Transparan, KBPM Konsel Pertanyakan CSR Perusahaan Di Konawe Selatan

Konawe Selataan | Corporate social responcibilty (CSR ) atau TJSL (Tanggung Jawab Sosial lingkungan ) adalah sebuah kewajiban perusahaan. Di Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi tenggara (Sultra) ada banyak perusahaan namun tidak adanya implementasi dana sebagai upaya memberikan kontribusi pembangunan ataupun sosial.

Keluarga Besar Pemuda dan Mahasiswa (KBPM) Konsel mempertanyakan, sebagaimana dalam amanat pasal 33 ayat 3 yang menyebutkan. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Corporate social responcibilty (CSR )atau TJSL (Tanggung Jawab Sosial lingkungan ) sebagai kewajiban perusahaan dan bukan kebaikan perusahaan. Dua konteks itu harus di pisahkan. Sesuai ketentuan undang undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas, termuat dalam pasal 1 ayat (3), pasal 66 ayat (2) dan pasal 74 ayat (1). Selain itu CSR termuat juga dalam undang undang nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal , UU 32 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, undang undang nomor 19 tahun 2003 tentang Badan usaha milik negara , UU nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara.

Baca Juga  Tangis Haru Ayah Randi Pecah Dipelukan Rusman Emba

Presidium KBPM Rendi Tabara Saat di temui di kediamabnya mempertanyakan, Dengan banyaknya perusahaan di Konawe Selatan kemudian pengimplementasian terkait CSR betul-betul terakomodir dan tersalur utamanya di bidang pendidikan baik itu pemuda dan mahasiswa konsel, tentu mahasiswa akan sangat terbantu apalagi teman-teman mahasiswa yang betul betul terkendala finansial nya atau kurang mampu. Sabtu (17/4/2021).

“Sejauh ini, menurut saya melihat CSR di Konawe Selatan tidak begitu optimal, karena tidak adanya keterbukaan yang kemudian dapat di akses oleh teman mahasiswa Konsel untuk kemudian mendapatkan bantuan CSR tersebut”, Ungkap Rendi Tabara.

Lanjut, kata Rendi yang juga merupakan mantan Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Konsel Menginspirasi (GMKM), Untuk itu kemudian KBPM konsel mendesak Bupati, ketua DPRD dan seluruh stakeholder terkait bersama para pimpinan perusahaan yang berada di Konsel untuk melakukan hearing terkait CSR ini, karena tentunya kita tidak pernah anti investasi namun jika investasi itu tidak bermanfaat banyak untuk kita, lebih baik hengkang dari kampung halaman kami.

Baca Juga  Kesatuan Pemuda Mahasiswa Lingkar Tambang. Tegas Mengharamkan TKA Masuk Di Bumi Anoa

“Tapi yakin dan percaya persoalan ini kami akan terus bahkan KBPM KONSEL akan melakukan konsolidasi besar besaran untuk kemudian mempresur persoalan ini sampai benar-benar ada titik temu yang kemudian itu membawa manfaat baik untuk pemuda mahasiswa dan masyarakat Konsel tentunya”, Tambahnya.

Ia menegaskan, jika pihak terkait, tidak segera melakukan transparansi terkait dana CSR, maka akan melakukan demonstrasi sebagai bentuk dari kekecewaan.

“Kita akan laksanakan demonstrasi karena bagaimana pun, perusahaan tersebut berada pada daerah konsel, sudah sewajarnya melakukan transparansi mengenai dana CSR”. Tutupnnya.

Komentar

News Feed