oleh

Blok Mandiodo Dalam Pusaran “KACAMATA KUDA”!! Kapitan : APH Tak Berdaya?

Konut | Pertambangan pada hakikatnya aktivitas yang seyogyanya bertujuan untuk menggenjot perekonomian dan kemakmuran sebesar-besarnya, kendati demikian pertambangan juga harus memenuhi kaidah-kaidah tertentu berdasarkan regulasi yang menyangkut pertambangan, namun pada faktanya, pertambangan justeru bermasalah sehubungan dengan regulasi yang dimaksud.

“Ironinya pertambangan yang bermasalah tersebut merupakan persoalan yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara”. Hal ini di sampaikan Presidium Kapitan Sultra Asrul Rahmani saat ditemui di kediamannya.

Berdasarkanan hasil monitoring serta investigasi dari tim koalisi aktivis pemerhati lingkungan dan pertambangan Sulawesi tenggara ( KAPITAN SULTRA ), menemukan adanya dugaan ilegal mining diwilayah tumpang tindih blok mandiodo dengan beraktivitasnya kembali PT.Sangiah perkasa raya & PT.Hafar indotech dengan menggandeng beberapa kontraktor mining tanpa mematuhi aturan kaidah-kaidah pertambangan yang benar berdasarkan UU. No. 3 Tahun 2020 Tentang Mineral dan Batu bara serta menabrak sejumlah aturan tanpa tersentuh sanksi administrasi maupun tindak pidana pertambangan.

Hal ini membuat geram Asrul salah satu aktivis pemerhati lingkungan dan pertambangan Sultra, pasalnya ia mempertanyakan kinerja selama ini tim dari aparat penegak hukum dalam hal ini Polda Sultra Cq.Ditkrimsus Polda Sultra yang terkesan adanya upaya tutup mata. Dan ia menegaskan ada aturan yang mengikat dalam sistem pertambangan di Indonesia yakni berbicara pada hak dan kewajiban.

Baca Juga  Apresiasi Diberikan PBB Atas Keberhasilan Indonesia Menjembatani Perdamaian Dunia

Dimana diketahui PT.Sangiah perkasa raya dan PT.Hafar indotech sangat gencar melakukan aktivitas pertambangan maupun pengapalan. Padahal diketahui kedua perusahaan tersebut merupakan IUP abu-abu yang diciptakan oleh mantan bupati Konawe Utara Aswad Sulaeman.

” Aktivitasnya masih lancar kok,PT. Sangiah perkasa raya milik (H.I) Dan (A) memiliki 3 Join operasional yang masih intens sampai hari ini operasi yakni PT. NJM Milik Backupan petinggi, PT.SAM milik (FI) , PT.PMS milik (EV) . bahkan ada pengapalan dijeti 2 tersus tanpa izin TERSUS milik PT. Cinta jaya dengan penjagaan super ketat,yaitu cargo milik ore nikel asal PT.Sangiah perkasa raya berbendera PT.Putra Minahasa Sejahtera Milik (EM) Alias (EV) ” Tandas Asrul

Masih lanjut Asrul Ada juga aktivitas Pengapalan PT.Hafar indotech milik (S) alias (A) melalui Joint operasional PT. MIS milik (H). Bahkan anehnya dijaga dengan begitu ketat.melalui tongkang berjenis Golden way yang sandar dijeti tersus 2 milik PT.cinta jaya. Ia juga merwarning keras agar pihak surveyor independen tidak ikut-ikutan dalam penerbitan LHV dan Pihak Syahbandar Molawe sebagai pihak yang mengeluarkan Surat izin berlayar. Ungkap Asrul

Baca Juga  Kuasa Hukum Pensiunan Polri Polisikan Bank Mandiri Raha

Kasus ini sebelumnya KAPITAN SULTRA sudah melakukan aksi unjuk rasa jilid 1 dimapolda Sultra,pekan depan kami akan gencot lagi dikantor gubernur terkait pencabutan IUP berdasarkan Putusan 225K/TUN/2014 serta Putusan 448K/TUN/2019 serta Polda Sultra menggenjot dugaan pelanggaran pidana pertambangan karena disinyalir ada IUP yang sudah berakhir tapi masih aktif dilapangan beroperasi produksi. Tutup Asrul dengan nada kesal

Komentar

News Feed