oleh

PT. SRA Investor “GILA” yang Berani Berinvetasi di Muna

PETASULTRA.COM-MUNA. Anggota Komisi II DPR RI, Ir. Hugua menyebut PT. Seleraya Agri (SRA) salah satu investor “GILA” yang mau berinvestasi di Daerah terpencil.

Olehnya, mewakili masyarakat Sultra Hugua sangat mengapresiasi langkah PT. SRA yang telah berani berinvestasi khususnya di Kabupaten Muna.

Lanjut mantan Bupati dua periode Kabupaten Wakatobi itu, tentu hal “GILA” PT. SRA tidak terlepas dari dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Pemkab Muna, dengan tujuan pemanfaatan Hutan Tanaman Produksi (HTI) dan Agroforestry berbasis pangan sekaligus mengembalikan kejayaan Jati Muna.

“Menanam pohon ibarat menghidupkan kehidupan dan kita semua harus bertanggung jawab terhadap kebesaran Negeri ini,” ujar Hugua, Senin (8/3/2021).

Hugua menambahkan jika hampir 80 persen sumber pendapatan Negara masih bergantung dari Migas mencapai 2800 Triliun, yang dibagi diseluruh wilayah Indonesia untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Menanam pohon bergerak pada sektor jasa dan Green Produk (Prodak Hijau), dimana kedepan dapat mendorong emisi karbon, jadi bisa dibayangkan jika Muna salah satu daerah yang dapat memberikan kesejukan maka dunia akan memberikan sumber daya untuk dibawa ke Muna.

Baca Juga  Borong 22 Medali, Kecamatan Lohia "Jawara" STQ Tingkat Kabupaten

“Maka atas nama masyarakat Sultra, PT. SRA itu keren, Bupati Muna juga kren dan masyarakatnya lebih keren,” timpalnya.

Direktur Usaha Hutan Produksi Kementerian LHK RI, Ir. Istianto membenarkan tidak adalagi investor “GILA” yang mau berinvestasi di daerah terpencil, dan kehadiran PT. SRA di Muna merupakan kesempatan baik bagi masyarakat karena dapat membuka lapangan kerja yang menyerap hingga 2500 tenaga kerja.

“Seandainya PT. SRA menanam saham satu triliun, akan lebih untung jika dideposit ke Bank yang setiap bulan ada hasilnya tapi ternyata PT. SRA berniat baik untuk menginvestasikan di Muna,” timpalnya.

PT. SRA, lanjut Istianto, mendapatkan izin memanfaatkan lahan tidur seluas ± 18.980 Ha bertujuan meningkatkan produktifitas HTI di Muna dengan berbagai program diantaranya menanam pohon jati dan tumpang sari yang bekerja sama dengan masyarakat (sistem bagi hasil).

“Muna sudah sangat dikenal dengan kualitas jatinya diluar pulau Jawa, sehingga kedepan kami berharap bisa berjalan dengan baik antara pemda, pengusaha dan masyarakat saling beriringan dan kami sangat mendukung,” tutupnya.

Baca Juga  Danrem 143/Ho Harap, 288 Peserta Tamtama TNI AD Mampu Menghasilkan Prajurit Berkualitas

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed