oleh

Terkait Dugaan SPPD Fiktif, Kejari Konawe Dinilai Lambat, Garpem Sultra Bakal Adukan Ke KPK RI Dan Mabes Polri

Kendari| PetaSultra.com – Beberapa waktu yang lalu Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe telah melakukan penyelidikan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (Skpd) di Lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe, Sulawesi Tenggara. Sesuai arahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Terkait temuan SPPD Fiktif dan proyek pengadaan sapi yang di anggarkan pada tahun 2019, Garda Pemuda Sulawesi Tenggara ( Garpem Sultra) menyoroti terkait kinerja kejaksaan negeri konawe yang di nilai lambat dalam menyelidiki dugaan tersebut.

Habrianto selaku Sekertaris Umum Garda Pemuda Sulawesi Tenggara (Garpem Sultra) dan merupakan salah satu putra daerah Konawe, sangat menyayangkan atas kasus dugaan korupsi yang melibatkan beberapa (Skpd) di Lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe. 01/03/2021

“kinerja kejari konawe tentunya sangat di tunggu-tunggu, apalagi berbicara kerugian negara dalam jumlah yang sangat besar, tentunya dengan adanya temuan ini penegakan supremasi hukum sangat menentukan kualitas hukum entah tumpul di atas atau tajam di bawah,” ucapnya.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (Bpk), ada beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyita perhatian publik, salah satunnya adalah kasus dugaan korupsi Surat Perintah Kerja Dinas (Sppd) fiktif pada Program Kampung Keluarga Berencana (Kb) di Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (Bkkbn) dan Proyek Pengadaan Sapi Tahun Anggaran 2019 di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe.

Baca Juga  Bekal Juara Umum, Muna Siap Menjadi Tuan Rumah Jambore PKK ke VIII Se-Sultra

Habri (sapaan akrabnya red), mendesak institusi kejari konawe agar tidak bermain-main dengan adanya temuan ini, dan mendesak kepada kejari konawe serta pihak-pihak terkait agar transparansi terkait temuan Sppd Fiktif, karena menurutnya telah jelas data hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


Sebagai putra daerah, saya sangat terpanggil untuk kemudian mengawal kasus ini sampai tuntas, untuk itu saya meminta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe agar tidak landai-landai untuk menetapkan pelaku dalam kasus ini dan saya meminta pihak terkait untuk segera mem publis terkait transparansi penanganan kasus dugaan korupsi ini. karena telah jelas data hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menjadi penguatan bagi (Kejari) Konawe dalam mengusut tuntas kasus ini,” bebernya.

Pungkasnya, Pihaknya akan menggelar aksi besar-besaran di daerah dan KPK RI serta Mabes Polri terkait dugaan tersebut sebab pihaknya menilai telah merugikan keuangan negara yang fantastis, ” beberapa waktu yang lalu pun, kami telah meng konfirmasi Kepala kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe lewat Via Whats Up, untuk meminta melakukan (Rapat Dengar Pendapat ) RPD dan transparansi penanganan kasus dugaan korupsi di Konawe, tetapi sampai saat ini tidak ada tanggapan.

Baca Juga  Kuat Dugaan Korupsi Pengadaan Sapi Ternak Di Konawe Mandek , Garpem Sultra Bakal Adukan Ke KPK RI Dan Mabes Polri

“ Untuk itu dalam waktu dekat ini saya akan menggelar dan memimpin aksi demontransi besar besaran untuk mempressure kasus ini, tidak hanya di Daerah saya juga akan melaporkan ke KPK RI dan Mabes Polri,” tutupnya.

Komentar

News Feed