oleh

POROS MUDA Sebut PT. Stargate Pasific Resources diduga melakukan perambahan Kawasan Hutan

PETASULTRA.COM,Kendari – Lembaga POROS MUDA Sulawesi Tenggara menduga adanya indikasi pelanggaran Hukum ditubuh Perusahaan PT. Stargate Pasific Resources (SPR) yang bergerak dibidang pertambangan Nikel di Langgikima Kab. Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pelanggaran yang dimaksud adalah adanya dugaan Penambangan di dalam Kawasan Hutan. Hal tersebut di disuarakan oleh Ketua POROS MUDA Sulawesi Tenggara, Jefri Rembasa, S.T (Sabtu, 20/2/2021).

“Pihak Dinas Kehutanan jangan diam saja. Harus ada tindakan. PT. Stargate ini sangat jelas diduga melakukan penambangan didalam Kawasan Hutan”. Tegas Jefri

Masih Jefri, PT. Stargate ini memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 1.213,20 hektar dan luasan Kawasan Hutan Produksi didalamnya seluas 730,86 hektar. Sementara Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang dikantonginya hanya seluas 390.65 sesuai SK: 662/Menlhk/Setjen/Pla.0/8/2019

Olehnya itu, kata Jefri, kami berharap agar pihak Dinas Kehutanan dan Pihak Bareskrim Polri untuk segera melakukan penyelidikan. Karena besar dugaan telah terjadi indikasi perambahan kawasan hutan yang dilakukan oleh PT. Stargate Pasific Resources

Baca Juga  Belum Tuntas Di Daerah 11 IUP Akan di Laporkan Ke Mabes Polri Dan Kementerian ESDM RI

“Bareskrim mestinya tidak menganak emaskan salah satu perusahaan di Bumi Oheo Kab. Konawe Utara. Kami ingin ada penegakan hukum yang seadil-adilnya dan merata”. Ungkap Mantan Aktivis HMI Kendari ini.

Pengurus TAMALAKI SULTRA ini menyampaikan akan segera melakukan pelaporan di KPK dan Bareskrim Polri agar oknum-oknum yang melakukan penambangan liar dan perambahan kawasan hutan segera terungkap,.tutupnya

Komentar

News Feed