oleh

Polemik Penurunan UKT di IAIN KDI Mendapat Respon Dari Pihak Rektor

-Pendidikan-152 views

PETASULTRA.COM – KENDARI. Sejumlah mahasiswa Institute Agama Islam Negeri Kendari (IAIN KDI), Sulawesi Tenggara yang terhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Bersuara (AMB), menuntut pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dimasa Pandemi Covid-19. Senin, (25/01/2021)

Koordinator Lapangan dari Aliansi Mahasiswa Bersuara menuturkan kepada awak media PETASULTRA.COM pergerakan terkait rangkaian tuntutan penurunan UKT dimasa pandemi Covid -19 telah mendapat respon oleh pihak dewan pimpinan IAIN KDI.

Laode M. Nur Sunandar menjelaskan bahwa” jadi tadi tepatnya pukul 10:00 WIT . Kamis 25 januari 2021 kami di mediasi oleh dewan pimpinan IAIN KDI mulai dari Rektor IAIN KDI,Wakil Rektor I, Wakil Rektor II,Wakil Rektor III, dan kepala SPI pertemuan ini berdasarkan kesepakatan yang disepakati pada hering pertama Aliansi Mahasiswa Bersuara.

Lanjut Laode M. Nur Sunandar.kami sangat apresiasi atas itikad baik dewan pimpinan dalam merespon problem yang disampaikan teman-teman Mahasiswa akhir-akhir ini. Dan pihak dewan pimpinan menyampaikan penurunan UKT di tahun 2021 ini dinaikan dari presentase di tahun 2020 yaitu sebesar 10% menjadi 20% pada semester genap dan 20% lagi di smester ganjil tahun akademik 2021/2022 berdasarkan rapat internal Dewan pimpinan Institute dan Dewan pimpinan Fakultas.

Baca Juga  Kisah Seorang Ayah Hadiri Wisuda Anaknya Dengan Kursi Roda


Namun teman- teman mahasiswa masih blum menerima sepenuh nya karna tuntutan yang di ajukan untuk penurunan UKT di tahun Akdemik 2021 Sebesar 50%/smester.

“Nah perlu kita ketahui bersama di tahun 2020 berdasarkan Keputusan Mentri Agama No 515 tentang penurunan UKT di masa pendemi Covid-19 itu di IAIN dengan keluarnya SK rektor penurunan hanya sebesar 10% dan yang mendapat pengurangan kurang lebih 82 orang dari ribuan mahasiswa yang ada di IAIN KDI hal ini terjadi karna persyaratan yang harus di penuhi untuk dapat pengurangan harus kembali ke daerah masing-masing yang itu artinya kalau UKT 1,5 jt di kurang 10% hanya berkisar 150 ribu dengan biaya pengurusan bukan kah lebih besar biaya pengurusan nah di mana substansi meringankn nya di sini.

Yang lalu Seharus nya jadi bahan evaluasi pemblajaran untuk di tahun ini dengan berdasarakan KMA No 81 tahun 2021 tetang perubahan atas KMA No 515 tahun 2020 tentang penurunan uang kuliah tunggal di masa pandemi Covid-19 kalau niat nya meringankan tentu kebijakan nya pun harus betul-betul memikirkan kondisi mahasiswa maka dengan keputusan yang kami anggap sementara itu, kami akan tetap kawal tuntutan pertama kami sampai tuntas. Tutup nya

Baca Juga  Dukung Kegiatan IWO Jatim Susan Budiharjo Tampilkan Hasil Karya Siswanya

Komentar

News Feed