oleh

Renja Dinas TPHP Muna 2021, Sasar Peningkatan Kesejahteraan Petani

PETASULTRA.COM-MUNA. Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Muna, melalui Rencana Kerja (Renja) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) di Tahun 2021 bakal membangun sarana prasarana pasca panen atau pabrik pengolahan hasil (Hilirisasi) jagung.

Sesuai dengan Peraturan Bupati Muna Nomor 33 Tahun 2016 dibidang TPHP, penyediaan dan pengembangan sarana prasarana pertanian tak hanya bertujuan mengoptimalkan hasil produksi jagung berkualitas ekspor.

Sekaligus terciptanya mutu produk yang memiliki daya saing, serta berkotribusi pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Asli Daerah (PAD), perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, dengan melibatkan pihak terkait seperti korporasi petani ataupun pihak perusahaan.

Kepala Dinas TPHP Muna, La Ode Anwar Agigi melalui Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Penyuluhan, Ogo Atfal menerangkan, komoditas jagung merupakan komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan dengan konsep hulu-hilir, sekaligus menjadi komoditas identitas masyarakat Muna.

Serta menselaraskan kepentingan petani, dunia usaha (pebisnis komoditas/off taker/pabrik) dan pemerintah dalam upaya menjamin ketersediaan produk pertanian yang dihasilkan oleh petani yang kontinyu dengan mutu dan jumlah yang baik, serta tersedianya pasar dengan harga yang baik.

Baca Juga  Kali Kedua Pemkab Muna Raih BI Sultra Awards 2020

“Pertanian berperan penting dalam kemajuan perekonomian daerah, dimana berperan sebagai penyedia pangan, lapangan kerja, penyumbang devisa dan PAD, mendorong berkembangnya sektor ekonomi lainnya,” terang Ogo Aftal saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (8/1/2021).

Sambungnya, pembangunan pabrik jagung juga dapat memudahkan petani dalam penanganan pasca panen, karena dapat menjual jagung pipilan basah ataupun buah jagung sehingga memotong rantai proses produksi ditingkat petani dan dapat melakukan kegiatan budidaya jagung lebih cepat guna peningkatan indeks pertanaman jagung.

“Rencana pembangunan pabrik jagung nantinya berlokasi di Desa Bea Kecamatan Kabawo dilahan seluas 2 hektare, dengan anggaran yang disiapkan sekitar 15 miliar,” tutupnya.

Penulis: Arto Rasyid

Komentar

News Feed