oleh

AP2 sultra akan kawal kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan majikan

PETASULTRA.COM,Kendari – Dewan Pembina Aliansi Pemuda Pelajar (AP2) Sulawesi tenggara (Sultra) mengecam keras perbuatan seorang pria yang berinisial J dan seorang wanita yang berinisial L yang telah melakukan penganiayaan terhadap seorang pria yang berinisial E (19) tahun yang merupakan karyawan nya sendiri, diketahui J dan L ini merupakan sepasang suami istri pemilik salah satu perusahaan percetakan Batako yang terletak di BTN Reski 3, (7/1 /2021).

Dewan Pembina AP2 Sultra La Ode Hassanudin Kansi mengatakan ,menyangkut kasus penganiyaan oleh pimpinan perusahaan batako terhadap karyawan nya, ini merupakan tindakan sebuah pelanggaran hukum dimana disini mereka sudah melakukan tindakan main hakim sendiri, Dalam kasus ini korban merupakan salah satu generasi muda yang layak di beri perlindungan hukum kami dari aliansi pemuda pelajar Sulawesi tenggara akan terus melakukan pendampingan terhadap kasus ini sampai proses hukumnya jelas.

Ia juga menambahkan pihaknya menyakini bahwa tuduhan yang di lontarkan kepada korban E merupakan tuduhan yang tidak benar.

“Karena tuduhan di tujukan pada korban hari ini yang juga hari ini di tahan di polres Kendari dan tuduhan pemerkosaan atau pencabulan dan ini tidak sesuai dengan fakta bicara pemerkosaan itu ada unsur-unsur,” tambahnya.

Baca Juga  Terkait Aduan Dugaan Ilegal Mining PT. TMT dan PT. ARP, Kredibiltas Polda Sultra di Pertanyakan.

Lanjutnya dan lagian pada saat di pukul dia ini tidak di dapat pada saat berhubungan setelah mereka pukuli dan korban tidak berdaya baru mereka bawa ke polisi dan mereka bawa ke Polsek poasia namun pada saat malam tahun baru tidak ada pelayanan dari Polsek poasia sehingga langsung di bawa ke Polres Kendari dan pihaknya belum mengetahui pasti siapa yang mengantar si korban ke Polres.

Ia juga berharap agar pihak pemerintah kota Kendari beserta stekholder yang terkait agar melakukan investigasi dan pengecekan terhadap perusahaan tersebut.

“Pada intinya perusahaan ini pemerintah kota Kendari wajib untuk melakukan penelusuran kepada perusahaan batako ini dimana dia sudah menampung karyawan lalu ada kejadian seperti ini berarti dalam hal ini perusahaan tersebut tidak mampu mengontrol karyawannya sehingga mereka bisa seenaknya berbuat di dalam dan akhirnya terjadi lah tindakan pelanggan hukum yang terjadi seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Diketahui kejadian penganiayaan yang di lakukan oleh pasangan suami istri ini di lakukan pada saat malam tahun baru kepada korban E mereka memukuli E sampai tidak berdaya dan lalu mengantarkannya ke kantor Polsek Kendari sekitar pukul 03:00 dini hari, di duga motif kekerasan yang di terima oleh E karena E di tudu mencabuli adik si pimilik batako ini sementara antara E dan adik pimilik batako ini memiliki hubungan yaitu berpacaran.

Baca Juga  Sebanyak 3.250 APD Kembali Tiba di Lanud Haluoleo

Pihak keluarga dari korban E juga bersama kuasa hukumnya sudah mendatangi polres Kendari untuk membuat laporan terkait penganiayaan yang terjadi pada dirinya.

Sementara itu kasat Reskrim polres Kendari AKP I Gede pranata saat di temui di ruangannya membenarkan adanya laporan kejadian tersebut namun pihaknya masi akan mendalami dan segera menindak lanjuti laporan tersebut.

Komentar

News Feed