oleh

LPMP Sultra,melakukan aksi teatrikal menggecam pemrov yang mendatangkan TKA dari china

PETASULTRA.COM,Kendari-Laskar pemuda merah putih (LPMP) sultra menggelar aksi di gerbang ranomeeto antara perbatasan konawe selatan dan kota kendari prihal penolakan kedatangan 500 TKA China di Sulawesi tenggara Kendari, jum’at(26/6/2020)

Dalam mengenai penolakan kedatangan 500 TKA masa aksi yang tergabung dalam Laskar pemuda merah putih (Lpmp Sultra) kendari mbolokade jalan poros konawe selatan dan kota kendari.

Jendral lapangan pemrin,menuturkan,Gerakan hari ini bukan saja aksi demonstrasi tetapi dengan aksi tetrikal yang di perankan sejumlah aktivis laskar pemuda merah putih (LPMP Sultra) pada dasarnya gerakan yang di bangun adalah murni dari inisiatif pergerakan Teman teman LPMP Sultra tanpa adanya intervensi dari pihak lain.

Lanjutnya, pada dasarnya infestasi kami tidak menolak asalkan berdasarkan kesejateraan rakyat,sebagai mana di amanahkan dalam pasal 33 ayat 3 UUD1945, tapi regulasi ini berbanding terbalik dengan fakta di lapangan dan kemudian ini tidak sesuai syarat dengan ketentuan regulasi yang ada mengenai syarat penerimaan TKA 500 yang dimana tahapan-tahapan belum di lakukan oleh keimigrasian,kami menilai ada permainan yang terstruktur oleh pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah pusat dan pemrov sultra.

Baca Juga  Delapan Desa Di Kecamatan Angata Akan dijadikan Jalan Hauling PT. Asera Mineral Indonesia, Himpunan Mahasiswa Kecamatan Angata (HIMAKTA) Sebut Pemerintah dan Pihak Perusahaan Kurang Ajar.

“Sampai saat ini pemerintah, keimigrasian dan pihak PT. VDNI serta OSS dalam hal ini belum ada transparansi berapa yang menggunakan visa kunjungan, kemudian pemerintah yakni Gubernur dan para wakil rakyat sulawesi tenggara yakni DPRD sulawesi tenggara (sultra) mengambil suatu keputusaan dan maklumat yang tidak berdasarkan kepentingan masyarakat, apalagi di tengah-tengah mewabahnya virus covid-19 pendapatan masyarakat sulawesi tenggara terdampak wabah covid-19 seharusnya para pejabat memikirkan kondisi masyarakat.tegasnya”.

Arivin korlap dua menambakan,berdasarkan keadaan indonesia saat ini kita telah di hantui rasa takut dengan adanya pandemi covid-19 yang di mulai pada akhir desember 2019 hingah awal 2020 pandemi kian bertambah di bumi nusantara indonesia sampai saat ini namun ironisnya pemerintah khususnya pemrov sultra justru mengambil kesempatan dalam hak memasuakan 500 TKA dari china yang kita tau negara mereka tempat menyebarnya covid-19 dan kemudian pemrov sutra tidak adanya teransparansi terkait TKA china di bumi anoa sultra dan melangar berbagai aturan yang maka dari itu Laskar pemuda merah putih (LPMP) Menyatakan sikap sebagai berikut

Baca Juga  Puasa Ditengah Covid-19, Sat Intelkam Polres Muna Sisip Edukasi Saat Berbagi Takjil

1.meminta pemrov sultra agar transparansi terkait masuknya TKA China
2 . menantang pemprov sultra mengindakan. Bpernyataan ketua DPRD Sultra (Abdurahman Saleh) yang menyatakan merekrut tenaga kerja lokal sebanyak lima 5000 orang dari 500 TKA China
3 . menantang kepada pemrov Sultra agar lebih tegas mengawasi infestor yang ada disultra sesua aturan yang berlaku
4. ketika tuntukan kami secara khusus tidak di indahkan maka kami dari Laskar pemuda merah putih (LPMP) akan terus melakukan aksi demontrasi

Komentar

News Feed