oleh

Tangis Haru Ayah Randi Pecah Dipelukan Rusman Emba

PETASULTRA.COM – MUNA. Ayah Randi, La Sali yang tak kuasa menahan haru, terus menangis dipelukan Bupati Muna, Laode Muh. Rusman Emba saat melayat kerumah duka di Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Minggu (29/09/2019).

La Sali tak menyangka jika Rusman Emba yang merupakan sahabat semasa duduk dibangku SMA dulu, menyempatkan diri datang ditengah kesibukan sebagai Bupati.

Dia menuturkan tak ada firasat sama sekali jika putera semata wayangnya itu akan pergi selamanya sebab dirinya disibukkan dengan melaut sebagai nelayan.

“Tidak ada firasat, hanya ibunya yang bermimpi Randi digedong sama neneknya yang sudah meninggal,” tutur La Sali dengan tatapan kosong.La Sali, mengaku terakhir komunikasi dengan putera semata wayangnya itu tiga hari sebelum insiden naas itu terjadi. Almarhum sempat mengatakan agar dirinya bersabar karena saat sukses sepenuhnya akan membantu perekonomian keluarga.

“Dia (almarhum) pernah jadi buruh kasar dibandara saat libur kuliah, sempat ambil panjar untuk belikan buku adiknya yang baru masuk kuliah, dia juga pernah beli beras 10 kilogram untuk kakak dan adiknya yang dikendari,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Muna, LM. Rusman Emba turut merasakan duka keluarga, menurutnya kedua korban yang meninggal dunia saat mencoba menyuarkan aspirasi dikantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, pada 26 September 2019 lalu, merupakan putera terbaik daerah Muna.

“Kepergian kedua putera terbaik daerah ini tentu menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat muna, namun saya tetap himbaukan agar masyarakat dan mahasiswa tidak terprovokasi biarkan proses hukum berjalan karena kita hidup dinegara hukum,” ujar Rusman Emba.

Diketahui sekitar pukul 09.30 wita, Bupati Muna yang didampingi Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho, Kasat Reskrim, AKP Muh. Ogen Sairi dan Kapolsek Katobu, IPDA Darul Aqsa, tiba dirumah duka di Desa Lakarinta.

Selanjutnya, usai gelar rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Muna, Laode Muh. Rusman Emba, langsung bertolak ke rumah duka, Muhammad Yusuf Kardawi di Kecamatan Kabawo sekitar pukul 17.00 wita.

Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi merupakan dua mahasiswa UHO yang menjadi korban meninggal saat mengikuti demo tolak RKUHP dan RUU KPK dikantor DPR Sultra pada 26 September 2019 lalu. (AR/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *