oleh

Berada Ditengah Laut, Ayah Randi Belum Mengetahui Puteranya Gugur Saat Demo Tolak RKUHP di DPR Sultra

PETASULTRA.COM – MUNA. Suasana duka menyelimuti kediaman Almarhum, Randy (21) di Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Pasalnya Mahasiswa semester tujuh di Fakultas perikanan UHO, tewas diduga terkena tembakan polisi saat mengikuti aksi demontrasi menolak RKUHP di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Camat Lohia, Hajar Sosi yang juga keluarga korban, mengakui mendapatkan informasi tersebut sekitar pukul 16.00 wita, bahwa ada warganya Desa Lakarinta yang menjadi korban tembakan dari oknum Polisi telah meninggal dunia dan saat ini berada di RSU dr. Ismoyo (Korem), Kendari.

“Setelah saya kroscek lagi ternyata korban masih keluarga dekat saya. Sementara ibu korban, yang awalnya tidak mempercayai kabar itu langsung menjerit histeris,” jelas Hajar Sosi yang ditemui dirumah duka, Kamis (26/09/2019).

Menurut Hajar Sosi, sampai saat ini ayah korban yang sedang berada dilaut mencari ikan (pagai) belum mengetahui kondisi puteranya karena pihak keluarga hanya menyampaikan jika korban sedang sakit.

“Pihak keluarga hindari jangan sampai ayah korban kaget dan terjadi hal yang tidak diinginkan, jadi kita pihak keluarga menunggu sampai ayah korban tiba dirumah,” ungkapnya.

Baca Juga  DPP Pemuda Muhammadiyah Desak Polri Ungkap Penembak Randi Sebelum Pelantikan Presiden RI

“Kita juga menunggu keputusan ayah korban apakah jenazah dilakukan autopsi atau langsung dibawah pulang kerumah duka malam ini juga,” tambahnya.

Dia juga menegaskan pihak keluarga sangat mengutuk keras atas tindakan pelaku penembakan yang telah menghilangkan nyawa korban, sehingga dari pihak keluarga menuntut agar segera mengusut tuntas siapapun pelakunya.

“Jika infromasi tersebut benar dari tindakan Kepolisian, kami keluarga mengecam keras kepada oknum pelaku penembakan yang bekerja tidak sesuai SOP,” pungkasnya.

Diketahui dimata keluarga, korban, Randi yang merupakan anak kedua dari pasangan La Sali (47) dan Nasirifa (45), dikenal memiliki jiwa sosial terhadap keluarga dan tetangga, selain itu, korban yang juga merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kendari itu diketahui anak yang penurut serta rajin.

“Keseharian korban itu dikenal baik dikeluarga, tetangga dan teman sebayanya yang suka membantu siapa saja,” ujar Hajar Sosi. (AR/*)

Komentar

News Feed