oleh

HBP Ke-55, LPKA Kelas II Kendari, Tingkatkan Pemenuhan Hak Identitas Anak

PETASULTRA.COM : KENDARI – Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari, baru-baru ini memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-55 tahun 2019, kegiatan tersebut bertemakan Gerakan Nasional (Gernas) dalam rangka pemenuhan hak identitas anak dalam rangka revitalisasi pemasyarakatan bagi anak.

Binaan anak LPKA Kelas II Kendari, Saat mengikuti Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-55 tahun 2019,Senin (25/3/2019) (Foto Rosa/PETASULTRA.COM)

Selain itu, kegiatan yang dinahkodai oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHam) Sulawesi Tenggara (Sultra) ini, diselenggarakan pada Senin (25/3/2019).

Kepala LPKA Kelas II Kendari, Rasyid Margono, Melalui Kepala Sub Bagian Umum LPKA Kelas II Kendari, I Ketut Ardiyasa menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan program yang ditujukan untuk binaan anak yang ada di LPKA Kelas II Kendari, dengan tujuan untuk lebih meningkatkan pemenuhan hak atas identitas anak.

” Jadi ini merupakan peningkatan hak atas identitas anak dalam rangka revitalisasi pemasyarakatan bagi anak, jadi anak binaan disini mereka juga punya hak atas identitas mereka, dan ketika mereka sudah bebas mereka juga tidak canggung lagi untuk berbaur dengan masyarakat di wilayahnya, “ungkapnya

Baca Juga  Sempat Mengalami Insiden di Perairan Wakatobi, 45 POB KM Manusela Dievakuasi SAR

Kemudian, sebanyak 32 anak binaan di LPKA Kelas II Kendari, juga telah diberikan keterampilan dan skil dengan menggandeng beberapa pihak-pihak terkait.

” Anak binaan disini tentunya kita juga berikan keterampilan dan skil, dan mereka juga tetap mendapat pendidikan dimana kita melibatkan tenaga pengajar dari universitas di Kendari, serta teman-teman di Lapas ini, “ucap I Ketut Ardiyasa

Untuk diketahui, dalam kegiatan ini juga dihadiri beberapa instansi lainnya diantaranya Dinas Capil Kendari, Kanwil KemenkumHam Sultra, Divisi Pas Lembaga Pemasyarakatan Kendari, Kadis Pertanian Kota Kendari, Kepala Puskesmas Lepo-lepo, Kantor Duta Bahasa, dan masyarakat setempat.

Laporan : Rosa

Editor     : Ifal Chandra

 

 

 

Komentar

News Feed