oleh

Laksda (P) Yuhastihar Ajak Masyarakat Berjuang Bersama Untuk Kesejahteraan

PETASULTRA.COM – SURABAYA. Laksamana Muda TNI (Purn) Ir. Yuhastihar MM menyampaikan setiap manusia berbeda – beda dalam meniti kehidupannya. Namun, semua manusia punya tujuan dan keinginan yang sama, yaitu merubah hidup yang lebih baik lagi.

Hal ini disampaikan saat bertemu warga RW 10 Kelurahan Darmo, Surabaya Selasa (12/03/2019) yang bertujuan menyambung tali sillaturahmi.

Selain hadir Laksda TNI (P) Ir. Yuhastihar, MM yang saat ini mengikuti kontestansi caleg DPR RI dari PDIP nomor urut 3 dapil I Jawa Timur (Surabaya – Sidoarjo) juga turut hadir Agatha Retnosari caleg DPRD I dari PDIP dapil kota Surabaya nomor urut 3 dan Heru Trisasongko caleg DPRD II Kota Surabaya dari PDIP dapil 4 nomor urut 9 yang sekaligus merupakan tandem.

[artikel number=5 tag=”yuhas-2″]

“Saya kira semua mimpi – mimpi kita sama, ingin merubah hidup yang lebih baik lagi,” kata Laksda (P) Yuhastihar.

“Nah, untuk itu kita harus tingkatkan ikatan bathin dengan mempererat tali sillaturahmi. Dan untuk mencapai itu semua, kita harus berusaha dan berjuang,” tambah Laksda (P) Yuhastihar.

Baca Juga  Demo Di Dinas ESDM Sultra, AMPUH Sultra Minta Kegiatan Pertambangan di Blok Matarappe Di Hentikan

Beliau kemudian menceritakan, bahwa dirinya tidak pernah bermimpi untuk menjadi caleg DPR RI. Tapi Tuhan berkata lain dan itu sudah menjadi kehendaknya, ia menerima pinangan dari PDIP untuk menjadi calon anggota dewan.

Warga Rw 10 Darmo Saat bertemu bersama Laksda (P) Yuhastihar.

Karena melihat setiap manusia memiliki mimpi – mimpi yang sama, ingin merubah hidup lebih baik lagi. Untuk itu, Laksda (P) Yuhastihar mengajak warga RW 10 untuk bersama – sama berusaha dan berjuang untuk kesejahteraan bersama.

“Saya tidak ingin janji – janji, tapi saya akan berusaha mengemban amanah sebaik – baiknya,” tutur Laksda (P) Yuhastihar.

Menurutnya, menjadi anggota Dewan itu merupakan ibadah dan merupakan bekal diakherat nanti. Untuk itu, dirinya tidak mau janji – janji. Karena merasa takut jika tidak bisa menepati janjinya.

“Akhirnya bukan lagi ibadah tapi dosa, karena tidak menepati janji,” pungkasnya. (Red/*)

Komentar

News Feed