oleh

Soal Pengaturan Skor Sepak Bola Indonesia, Mabes Polri Siap Limpahkan Perkaranya

PETASULTRA.COM : JAKARTA – Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Syahar Diantono melalui Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola belum lama ini merampungkan berkas perkara untuk enam tersangka dalam kasus dugaan pengaturan skor pada sepak bola Indonesia.

Dijelaskannya juga bahwa berkas perkara ke enam tersangka itu akan segera diserahkan ke Kejaksaan Agung untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Ke enam tersangka tersebut yakni Priyanto (eks Komisi Wasit Asprov Jateng), Anik (anak Priyanto), Johar Lin Eng (anggota Exco PSSI), Dwi Irianto atau Mbah Putih, Nurul Safarid (wasit pertandingan), dan Mansyur Lestaluhu (anggota Direktorat Wasit PSSI).

” Meski ada enam tersangka, saat ini hanya lima berkas yang dikirim ke Kejagung. Sebab, berkas perkara untuk Priyanto dan Anik digabungkan dalam satu berkas, karena Anik yang kelola uang masuk yang diterima ayahnya si Priyanto, “beber Kombes Pol Syahar Diantono, Jumat (8/2/2019)

Kemudian saat ini Satgas Anti Mafia Bola terus memeriksa sejumlah pelaku olahraga khususnya sepak bola untuk mengusut pengaturan skor di Indonesia.

Baca Juga  Kukuhkan Anggota Paskibaka Presiden Jokowi Doakan Sukses Dalam Menjalankan Tugas Negara

Selain itu, beberapa petinggi PSSI juga telah mendapat panggilan pemeriksaan olrh Satgas Anti Mafia Bola mereka diantaranya yakni Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, sekretaris jenderal PSSI Ratu Tisha dan petinggi PT LIB.

Kemudian pemeriksaan juga berlanjut pada Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, dirinya dirinya diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan pengaturan skor pertandingan antara PSS Sleman melawan Madura FC pada Liga 2 musim lalu.

Selanjutnya penyidik dari Satgas Anti Mafia Bola juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah kantor, yakni kantor PSSI di Kemang dan FX, kantor PT Liga Indonesia (LI) dan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) pada akhir pekan lalu.

Alhasil, dari penggeledahan tersebut Satgas pun menemukan dokumen keuangan Persija yang dirusak selain itu juga ditemukan bukti berupa laporan keuangan dari PT LI dan GTS.

 

Sumber dan Dokumentasi CNN Indonesia

Komentar

News Feed